JAMBERITA.COM - Tak terasa tiga tahun roda Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat di bawah kepemimpinan Dr Ir H Safrial, MS dan Wakil Bupati Drs H Amir Sakib bergulir.
Selama 3 tahun itu pula, banyak hal telah dibenahi. Upaya mempercantik wajah Kota Kualatungkal, pembenahan sektor infrastruktur di 13 Kecamatan dan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi sekitar 300 ribu jiwa di Tanjabbar masih jadi perhatian utama.
Upaya mempercantik Kota Kualatungkal dimulai dari upaya penyempurnaan Water Front City, pembangunan Taman Persitaj, dan pelebaran serta peningkatan ruang sempit jalan patunas sebagai sentra bisnis dan aktifitas masyarakat.
Di tengah upaya menepis image Kualatungkal sebagai Kota tertinggal dan jorok, bukan hanya soal wajah Kota Kualatungkal, tuntutan akan kebutuhan air bersih masih jadi beban tanggungjawab dan moral pemerintah.
Sadar upaya subsidi bagi pelanggan PDAM selama ini bukan cara sehat dan hemat untuk memenuhi kebutuhan air bersih ditengah pertambahan jumlah rumah tangga.
Kini, tinggal selangkah lagi kerja keras pemenuhan kebutuhan air bersih melalui Dinas PUPR Tanjab Barat rampung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Tanjab Barat, Ir. H Achmad Andi Nuzul melalui Kabid Cipta Karya, Dinas PUPR Tanjab Barat, Syafrun, ST mengatakan, saat ini dalam tahap penyempurnaan jaringan pipa. Pasalnya ada beberapa pipa yang diluar dugaan mengalami kerusakan.
"Ada beberapa pipa sisa pipa lama yang bocor. Mungkin pecah karena terkena alat berat perusahaan, dan ada juga pipa yang pernah terbakar semuanya perlu diperbaiki. Supaya stok air yang sudah siap untuk ditembakan dari bak penampungan tidak ada halangan lagi lancar mengalir ke rumah warga," urai Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Tanjabbar, Syafrun ST, Kamis (21/2/2019).
Diakui Syafrun, kondisi ini memperlambat pekerjaan di lapangan. Sebab pipa yang bocor harus dipotong bahkan diganti lagi biar tidak bocor lagi. Selama proses menunggu datangnya pipa baru hingga pemasangan pipa dituntut kesabaran cukup ekstra, karena semua harus dikerjakan secara profesional dan teliti.
Kendati demikian, bersama-sama pekerja di lapangan tetap berupaya untuk melakukan yang terbaik agar air bersih bukan hanya bisa mengalir secepatnya tapi juga terjaga mutu jaringan supaya lebih awet dan tahan lama.
Untuk memastikan semua itu berjalan dengan baik dan terkendali, Syafrun mengatakan, dirinya bersama tim yang bekerja sempat memutuskan beberapa kali tidak meninggalkan lokasi pemasangan jaringan pipa. Dan akhirnya memutuskan menginap di lokasi dimana pipa sedang diperbaiki untuk meyakinkan semua berjalan sesuai harapan.
"Tinggal sedikit menyempurnakan pipa pipa ini saja. Air jernihnya sudah standby untuk dialirkan dari bak pengolahan ke pelanggan PDAM," jelas Syafrun.
Tak kalah gencarnya, keinginan Bupati Tanjabbar, Safrial mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan diterjemahkan dengan baik oleh Dinas PUPR Tanjabbar melalui Bidang Bina marga, secara intens berupaya meningkatan infrastruktur, terutama dalam perbaikan jalan dan jembatan.
Meski tak selalu berjalan mulus dan ditemui beberapa kendala di lapangan. Nmun tak menyurutkan upaya mengentaskan ketertinggalan pembangunan infrastruktur.
Sejumlah titik jalan yang belum tersentuh pembangunan melalu dana APBD kini mengalami peningkatan cukup signifikan.
Terbukti serapan anggaran setiap tahunnya dari data yang diperoleh dari Sistem Pengelolaan Database Jalan Provinsi dan Kabupaten/Kota (SIPDJD), bahwa panjang jalan kabupaten di Kabupaten Tanjabbar mengalami penambahan sesuai dengan SK terakhir Bupati Nomor 600/707/DPU/2016 tertanggal 3 Oktober 2016.
Untuk Tahun 2016, panjang jalan kabupaten tercatat 1.265,2 Km. Pada SK sebelumnya, Nomor 600/245/DPUK/2015 tertanggal 30 September 2015, panjang jalan kabupaten tercatat 1.195,790 Kilometer. Artinya ada penambahan jalan kabupaten sekitar 69,414 Km.
Dari data yang diperoleh, pada 2016 lalu kondisi jalan tidak mantap (rusak ringan dan berat) mencapai 653,19 kilometer, dengan rincian rusak berat 155,71 kilometer dan rusak ringan 497,48 kilometer.
Di tahun tersebut, Dinas PUPR Tanjabbar berhasil menggelontorkan dana sekitar Rp 232 miliar atau setara 29,12 persen dari APBD untuk dilakukan perbaikan. Alhasil, kinerja perbaikan jalan mencapai 296,4 kilometer (49,38 persen), dengan rincian kondisi baik 14,4 persen dan kondisi sedang 30,98 persen.
Sementara ditahun 2017 ada peningkatan serapan APBD untuk perbaikan jalan baik rusak ringan ataupun rusak berat. Dari 737,8 km jalan dengan kondisi tidak mantap (501,4 kilometer rusak ringan dan 236,35 rusak berat) anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan mencapai Rp 307,4 miliar atau setara dengan 43,15 persen dari total APBD 2017.
Dengan realisasi perbaikan mencapai 307 kilometer (41,68 persen) dengan rincian 13,55 persen dalam kondisi baik dan 28,14 persen kondisi sedang.
Di tahun 2018, serapan APBD untuk perbaikan jalan mencapai Rp 327,9 miliar meningkat dari tahun sebelumnya atau setara 12,72 persen dari APBD 2018.
Dari dana yang dialokasikan tersebut, perbaikan jalan mencapai 43 persen dari 721 kilometer jalan rusak ditahun 2018, yakni kondisi rusak ringan 499,9 km dan 221,181 rusak berat. Realisasi perbaikan sekitar 310 kilometer dengan rincian kondisi baik 13,9 persen dan kondisi sedang 29,1 persen.
Kepala Dinas PUPR Tanjabbar Ir Andi Achmad Nuzul melalui Kabid Bina Marga Arif Sambudi ST mengatakan, setiap tahun jalan kabupaten yang pemeliharaanya dibiayai APBD tetap mengalami kerusakan.
Kerusakan bisa saja akibat kondisi alam dan tingginya tonase kendaraan yang melintas di jalan-jalan kabupaten.
Untuk menjaga jalan kabupaten, pihaknya berharap kepada pengguna jalan untuk sama-sama memelihara jalan kabupaten, dan menyesuakan tonase dengan ketahanan jalan.
Jalan Strategis Provinsi.
Tak hanya jalan kabupaten, Dinas PUPR Tanjabbar juga tetap memantau jalan strategis provinsi, yang biaya pemeliharaannya masih dibebankan ke kabupaten.
Jalan strategis provinsi ini sewaktu-waktu bisa dinaikkan statusnya ke jalan provinsi, jika ada persetujuan dari Bupati.
Arif Sambudi mengatakan, jalan strategis provinsi yang beberapa tahun terakhir mendapat penanganan intens dari kabupaten adalah Jalan Lingkar Roro ke Semau dan jalan lingkar Serdang – Sei Gebar dan Mendahara. Jalan strategis ini, kata Arif, masih dibiayai melalui APBD.
"Tergantung Bupati, apakah nanti jalan ini akan dinaikkan statusnya ke provinsi, tentu ada kajian lagi. Sementara ini masih dibiayai APBD untuk perbaikan dan pemeliharaanya,” ujar Arif.
Sementara itu, ada juga Jalan Provinsi yang turun kelas menjadi jalan strategis provinsi. Yang tadinya dibiayai APBD Provinsi kini menjadi tanggungjawab kabupaten.
Jalan yang dimaksud adalah jalan di SP IV Merlung menuju perbatasan Tebo (Sengeti Gedang,red). Kata Arif, jalan ini sekarang menjadi tanggungjawab Dinas PUPR Tanjabbar dalam pemeliharaanya.
Dia tidak merincikan alasan kenapa jalan ini turun status dari jalan provinsi menjadi jalan strategis.
Bagaimana dengan perbaikan jalan provinsi yang terkesan dibiarkan oleh Provinsi? Kadis PUPR melalui Kabid Bina Marga Arif Sambudi menjelaskan, tetap melakukan koordinasi dengan Pemprov Jambi dalam hal ini dinas terkait.
Jika sebatas tambal sulam, pihaknya bisa melakukan penutupan jalan berlubang yang dianggap membahayakan pengguna jalan.
“Seperti di jalan provinsi yang berada di sekitaran pembengis dan Sungai Saren, sempat kita lakukan tambal sulam, dan itu tetap koordinasi ke provinsi beberapa waktu lalu. Tapi ada juga Jalan Provinsi di Teluk Nilau, ketika kita mau perbaiki, pihak provinsi melarangnya karena sudah dianggarkan, khawatir tumpang tindih,” ujar pria asal Jawa Tengah ini.
Sisa 38 Jembatan.
Pemerintah Kabupaten Tanjabbar melalui Dinas PUPR Tanjabbar menargetkan pembangunan 220 jembatan kontruksi baja beton dan baja ringan dalam lima tahun (2016-2021).
Dari data yang dihimpun, pada tahun ini tersisa 38 jembatan yang akan dibangun dalam empat kali penganggaran.
Arif Sambudi ST mengaku optmis, dalam empat kali penganggaran 38 pada APBD dan APBD-P jembatan yang tersisa tuntas semu dibangun.
Dengan rincian, sekitar Rp 205 miliar anggaran yang akan digelontorkan untuk pembangunan jembatan beton dan baja tersebut.
“Pembangunan infrastruktur jembatan ini untuk mengentaskan keterisoliran. Supaya daerah terisolir terakses dengan baik," tandasnya. (adv/Henky)
Polda Jambi Perketat Kedatangan Warga dari Luar Melalui Bandara dan Tanjabbar
Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro Pindah Tugas Jabat Kapolres Bungo
Pemkab Tanjabbar Dorong Kemandirian Kepala Sekolah Melalui Forum KKKS
Wabup Targetkan Zona Kepatuhan Hijau Pelayanan Administrasi Ombudsman 2019
Perancang Kanwil Kemenkum Jambi Kawal Penuntasan Ranperda Insentif & Kemudahan Penanaman Modal

