JAMBERITA.COM, BUNGO-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan jumlah pekerja konstruksi yang berkompeten dan bersertifikat.
Program pelatihan dan sertifikasi diselenggarakan bekerjasama dengan berbagai pihak mulai dari perguruan tinggi, asosiasi perusahaan konstruksi, BUMN konstruksi, dan juga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Konstruksi bekerjasama dengan Ditjen Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM menyelenggarakan Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Bagi Petugas Dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Bidang Jasa Konstruksi yang dilaksanakan secara serentak di 11 lapas se indonesia yang dibuka oleh Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR.
Namun yang membanggakan dari 11 lapas yang terpilih, salah satunya merupakan lapas kelas IIB Muara Bungo yang dipercaya serta mendapatkan kesempatan pelatihan tersebut.
Bertempat di ruang aula lapas kelas IIB diadakan kegiatan pembinaan dan bimbingan teknis pelatihan dan uji sertifikasi tenaga kerja kontruksi terampil.
kegiatan ini bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan umum, dan perumahan rakyat ( Kemen PUPR ), Direktorat Bina Kontruksi Balai Jasa, Kontruksi Wilayah II Palembang Sumatera Selatan.
Kasubsi Giatja Lapas Bungo Harianto S.Sos,MH mengatakan Sesuai dengan arahan Dirjen Bina Kontruksi sebagai Pembina jasa Kontruksi di tingkat Nasional melalui rencana strategis tahun 2015 - 2019" Bahwa dituntut untuk menginisasi dan mengimplementasikan sebanyak 200 kerjasama strategis dengan mitra K/L termasuk salah satunya melalui MOU antara Kementerian PUPR RI dan Kementerian Hukum dan Ham RI.
Kasubsi Giatja lapas bungo Haranto.S.Sos mengatakan bahwa mereka yang dilatih juga telah menjalani 2/3 dari masa tahanannya.
Para peserta akan dilatih dan diuji sebagai tukang, meliputi tukang bangunan umum – kelas 3 dengan kategori mempunyai kemampuan melaksanakan K3, menyiapkan material dan peralatan kerja, dan melaksanakan pekerjaan yang dapat menjadi modal awal untuk menjadi pekerja konstruksi. Pada tahap I ini, akan dihasilkan pekerja konstruksi dengan klasifikasi sebagai tukang batu/beton, kayu, besi dan las.
“Kementerian PUPR tidak hanya membangun infrastruktur fisik saja. Kerjasama dengan Kemenkumham ini bertujuan membekali warga binaan yang juga warga negara Indonesia, dengan keterampilan di bidang jasa konstruksi sehingga bisa berguna setelah bebas nanti dan mendapat remunerasi yang layak
mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga binaan agar lebih siap dan mandiri secara mental, spiritual dan ekonomi untuk kembali hidup baik di tengah masyarakat,"Ungkap harianto
Dalam kesempatan tersebut kegiatan di buka langsung oleh Kabid Pembinaan Kemenkumham RI wilayah Jambi dan di hadiri asisten II perekonomian dan pembangunan Sekda Provinsi Jambi serta Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi.(Rena)
Gebrakan 'Banteng' Senayan! Edi Boyong Proyek Belasan Miliar, Tangani Longsor Lubuk Landai di Bungo
Catat! Ini Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 untuk 11 kabupaten kota di Jambi
Buka Rapat Forum Perangkat Daerah Jalankan Program, Safrial Tekankan Pendekatan Partisipatif
Kejari dan Pemkab Tanjabbar Bergandengan Canangkan Wilayah Bebas Korupsi
Wabup Tanjabbar Hadiri Rakor Pengawasan Daerah Pemprov Jambi Tahun 2019
Perancang Kanwil Kemenkum Jambi Kawal Penuntasan Ranperda Insentif & Kemudahan Penanaman Modal

