JAMBERITA.COM, BUNGO - Masyarakat Provinsi Jambi, khususnya masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Batanghari Kabupaten Bungo, Tebo, Sarolangun,Merangin merupakan wilayah sentra duku.
Warga di daerah lainnya yang biasa menikmati kelezatan buah duku, terancam tidak bisa menikmatinya.
Ini dikarenakan matinya ribuan pohon duku warga yang produktif akibat diserang jamur atau cendawan Phytoptora Palmipora.

Data yang berhasil dihimpun dinas TPHP Kabupaten Bungo, hingga kini di kabupaten bungo pohon duku warga di 5 kecamatan dalam wilayah kabupaten bungo yang sudah mati mencapai ratusan batang duku yang berumur 30 tahun dari seribu hektar perkebunan duku dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bungo.
Matinya pohon duku terserang hama tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2017 lalu hingga tahun 2019 ini.
Untuk mencegah punahnya produksi duku asli Kabupaten Bungo, dilakukan penyukuhan ke petani pada Rabu (23/1/2019).
Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bungo (TPHP) M.Hasbi SP MSi mengatakan penyuluhan dan sosialisasi Gerakan pengendalian penyakit mati Merangas pada Tanaman Duku dilakukan di Dusun Panjang Tanah Sepenggal dan Dusun Pelayang Kecamatan Bathin II Pelayang Kabupaten Bungo. Selain di Dusun Panjang dan Dusun Pelayang penyuluhan juga dilakukan di Dusun Tanah Bekali.
Hasbi menyebutkan, pohon duku yang diserang oleh jamur sangat mematikan. Bila sudah terserang, sambungnya, tidak ada kemungkinan lagi pohon duku itu mampu bertahan hidup. “Pasti akan mati dalam waktu satu atau dua tahun. Tidak ada obatnya,” ungkapnya.
Dia khawatir akan semakin banyak pohon duku yang terserang jamur itu dan pada akhirnya pohon duku di Kabupaten Bungo terancam punah akibat serangan jamur.

“Duku yang terserang jamur terlihat dari daunnya yang terus berguguran dan lama-lama batangnya menjadi kering,” jelasnya.
Menurut Dra Wirda ali selaku Koordinator Tehnis Hortikultural Provinsi jambi, upaya pihak Dinas Pertanian untuk menanggulangi serangan cendawan terhadap tanaman duku tersebut tidak lain berupa melakukan sosialisasi dan penekanan terhadap warga serta juga melakukan sekolah lapangan pengendalian hama penyakit tanaman (SLPHPT) duku. “Selain SLPHPT, kita juga menekankan kepada petani agar segera menebang dan membakar (eradikasi) pohon dukunya yang sudah terserang penyakit jamur tersebut dan sosialisasi ke tingkat kecamatan terutama ke desa-desa yang menjadi sentra tanaman duku, seperti sanitasi (kebersihan kebun),” katanya.
Selain itu juga dilakukan gerakan praktek pengendalian mati merangas pada batang duku, dengan mengaplikasikan obat kimia dengan pupuk kadang, kepada petani duku.(rena)
Gebrakan 'Banteng' Senayan! Edi Boyong Proyek Belasan Miliar, Tangani Longsor Lubuk Landai di Bungo
Catat! Ini Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 untuk 11 kabupaten kota di Jambi
Siap Laksanakan UKK Mandiri, Ini yang Sudah Dilakukan SMKN 7 Tebo
Tingkatkan Tata Kelola Keuangan yang Baik, Camat dan Kades di Bungo dan Tebo Ikuti Workshop Ini


Duka di Balik Wafatnya Dokter Magang di Jambi : Menkes Janji Tak Boleh Ada Lagi Nyawa yang Gugur

