Begini Kronologis Mobil Strada Camat Jangkat Timur Terseret Arus hingga Tenggelam



Kamis, 13 Desember 2018 - 08:57:32 WIB



JAMBERITA.COM, MUARABULIAN – Mobil Jenis Strada BH 8012 F melaju dari arah Tempino menuju Muara Bulian yang meneros banjir di Jalan AMD RT. 10 Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Muara Bulian terseret banjir dan tenggelam.

Akibatnya 3 penumpang meninggal dunia. Sementara dua lainnya masih kritis dan masih dalam perawatan. Kejadian terjadi pada Rabu (12/12/2018) sekitar pukul 15.00. 

Korban anak-anak yang meninggal dunia,  R Anisa (12), Hani (11), dan Afnan (11); Sementara dua orang selamat adalag Sodri (56), Camat Jangkat Timur dan putranya Rohadi (15).

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, mobil yang dikendarai Sodri melaju dari arah Jambi melewati jalan altenatif Jalan AMD menuju Pasar Baru, Muarabulian. Saat berada di jalan yang penuh dengan genangan air, mobil tetap memaksa menerobos banjir tersebut.

Sayangnya kondiis jalan ternyata tidak rata. Ada lubang besar di tengahnya. Menurut warga, terdapat lobang besar sepanjang jalan diarea tempat kejadian tertutup genangan air setinggi sekitar 2 meter.

Sebelum terseret arus, kendaraan dengan jenis Mitsubishi Triton Nopol BH 8012 F menghantam lobang yang tertutup genangan air tersebut. Mobil oleng dan sempat mengapung, lalu hanyut.

"Awal saya sedang memperbaiki antena melihat mobil double gardan warna hitam melaju dari arah Desa Kilangan. Sampai di genangan air tersapat lobang besar, mobil iitu tampam mengapung. Sayo pun bergegas memastikan dan melihat mobil mengapung dan hanyut ke arah kanan jalan. Karena sayo sendirian, sayo bebalek mengambil rakit," ungkap Irwansayah, salah seorang warga pertama ikut menolong mengevakuasi korban.

Lebih lanjut ia menerangkan, saat itu, warga lainnya yang sedang mencuci motor ikut membantu. Ia membuka pintu. Sementara Irwansyah mengambil rakit. "Penumpang yang gemuk duduk paling depan pertama kali diselamatkan. Sementara tiga penumpang yang dibelakang masih anak-anak," terangnya.

Saat memberikan pertolongan bersama tiga warga lainnya dan beberapa bocah yang tengah main air di sekitar TKP, ikut membantu menyeret rakit. Para korban yang berhasil dikeluarkan, langsung dievakuasi keatas rakit. "Waktu itu semua korban masih sadar, maksudnya, reaksi nafasnya masih ada," terangnya ketika ditemui di sekitar TKP, kemarin.(mel)



Artikel Rekomendasi