JAMBERITA.COM - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi Doni Iskandar mengatakan banyak aset daerah yang perlu dioptimalkan.
Salah satunya tanah Pemprov Jambi di Simpang Mayang dan lahan eks SMKN 3 Jambi.
"Seperti di SMK3 itukan kosong, terus JBC, itukan belum optimal, pemerintah provinsi Jambi belum mendapatkan apa pun dari situ," ungkapnya saat ditemui awak media diruang kerjanya, Selasa (11/12/2018).
Doni menegaskan sekarang pemerintah provinsi (Pemprov) Jambi harus berfikir Entrepreneur, karena dengan memiliki anggaran sebesar Rp. 4,8 Triliun, itu seharusnya dapat berkembang dan terus berkembang.
"Kalau cuma mau jaga tanah kosong mending jadi spekulan, besok ketika harga tanah naik dijual, kalau itu pedagang namanya kan," terangnya.
Doni menargetkan dalam dua tahun kedepan aset aset yang dikelola harus mempunyai hasil.
Ia berupaya untuk mengoptimalkan aset lainnya seperti rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Eks Pasar Angso Duo, di Sungai Gelam dan Ujung Jabung.
"Ya saya si berusaha masih, dan tidak lagi itu menjadi beban masyarakat, bayar pajak naik terus itu bukan aktion strategi yang populer. Masyarakat jangan dibebankan, investasi dimudahkan," jelasnya.
Bagaimana cara memudahakan investasi itu, kata Doni diberi pembangunan insfratruktur yang bagus dan jangan banyak memberikan perizinan yang tidak jelas serta sosial cost (biaya sosial) yang harus bisa diturunkan.
"Biaya biaya siluman termasuk didalam situ, keamanan dan lingkungan segala macam, kasih kemudahan orang-orang," pungkasnya.(afm)
Kepala Bappeda Provinsi Jambi Sebut APBD Rp4,8 Triliun tak Menunjukan Kemandirian
Natal dan Tahun Baru 2019, Satgas Pangan Provinsi Jambi Pantau 2 Pasar Tradisional Ini
BNNP Jambi Bekuk 2 Bandar, Heru: Modusnya Buang HP Setelah Selesai Pakai
Hadiri FGD Pemilu Damai 2019, Karo OPS Polda Jambi Sampaikan Ini


Perkuat Akses Keadilan Desa: Kemenkum Jambi Gandeng DPRD Dorong Dana Desa untuk Insentif Paralegal


