JAMBERITA.COM - Beberapa hari lalu sempat dikabarkan maraknya beredar informasi mengenai anggur merah yang mengandung formalin dan pestisida berbahaya.
Dalam hal ini berhasil diselesaikan oleh Dinas Ketahanan Pangan (Dihanpan) Provinsi Jambi. Dari hasil uji laboratorium oleh BPOM ternyata hasilnya negatif, tidak mengandung formalin maupun pestisida berbahaya.
Walaupun negatif, isu formalin sudah terlanjur berpengaruh terhadap pedagang, misalnya Abdullah.
Ia adalah pedagang dari Aceh. Saat dikonfirmasi, Ia mengatakan penjualan saat ini menurun dari hasil satu lapak sebesar Rp2 juta perhari kini menurun drastis menjadi Rp500 ribu.
"Ya semenjak dengar kabar anggur mengandung formalin penjualan jadi menurun dek," katanya kepada Jamberita.com saat dijumpai di lapaknya samping MM. Raja, Mendalo, Senin (15/10/2018).
Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Abdullah, awalnya pedagang anggur yang berada di wilayah Simpang Rimbo sampai Mendalo sebanyak 15 pedagang akan tetapi setelah beredar berita anggur formalin, tinggal 5 pedagang yang tersisa dan yang lainnya sudah pindah kota. (Cpm)
30 ASN Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris, Fasha Sebut Dibiayai Singapore Cooperation Programme
Jumlah Pelamar CPNS di Kota Jambi sudah 1.680 Orang, Formasi Guru Terfavorit
Napak Tilas Jejak Pahlawan, Ini yang Dilakukan Ratusan Pemuda Jambi di Desa Mangun Jaya Tebo
Kejurwil Panjat Tebing Sesumatera Digelar 22 Oktober di Batanghari, Cecep: Modal Kita Semangat Juang




