JAMBERITA.COM, BUNGO-Pada hari selasa 25 September 2018, sekitar 300 massa warga dua kampung yakni kampung Penual dan Pangean Dusun Ujung Tanjung Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Bungo.
Aksi masyarakat dipicu karena Pemilihan Rio (Pilrio) yang ada di dua dusun tersebut sampai saat ini ditunda.
Masyarakat meminta pemilihan rio (kepala desa) di dusun tersebut terlaksana dengan calon tetap tiga orang. Ada juga informasi yang diperoleh ini jika tuntutan masyarakat Penual dan Pangean Ujung tanjung tidak dipenuhi akan mengajukan pemekaran dari Dusun induk Ujung tanjung.
Kedatangan masyarakat Kampung Penual dan Pangean Dusun Ujung Tanjung Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo disambut Wakil ketua DPRD Bungo H Syarkoni syam , Kadis PMD Bungo dilanjutkan mediasi dalam Ruang rapat DPRD guna menampung aspirasi masyarakat.
Menanggapi permintaan masayarakat Kampung Penual Dan Pangean Dusun Ujung Tanjung Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo, Kadis PMD meminta waktu selama satu minggu untuk mencari jalan keluar penyelesaian sesuai prosedur sebelum memberikan keputusan.
Direncanakan anggota DPRD bersama bupati bungo ,kadis PMD dan camat jujuhan akan melakukan pertemuan khusus untuk pembahasan lebih lanjut.
Kapolsek Jujuhan Iptu Andi Fernando Gultom mengawal kedatangan massa yang jumlahnya sekitar 300 orang, dengan jumlah kendaraan roda empat 20 unit. Adapun koordinatornya Abuyazid. “Anggota Kapolsek Jujuhan yang langsung mengawal rombongan dari Jujuhan sampai ke Bungo dengan kendaraan Polsek Jujuhan," ujar Kapolsek Jujuhan.(ren)
Tiba dan Disambut Bupati Mashuri di Bungo, Kapolda Ajak Masyarakat Cerdas Bermedia Sosial
Lahir Tanpa Anus dan Satu Bola Mata, Bayi Asal Kerinci ini Butuh Uluran Tangan
Pedagang Keluhkan Lambatnya Pembangunan Ulang Drainase PTM Bungo
Setelah Dilantik, Al Haris dan Mashuri Diminta Selesaikan Soal PETI di Merangin
Hesti Haris Motivasi dan Apresiasi Peserta Pelatihan Batik Kontemporer Dekranasda Jambi


