JAMBERITA.COM, BANGKO - Pekerja PETI lobang jarum di Desa Simpang Parit Kecamatan Renah Pembarap, belum berhasil dievakuasi. Itu berarti sudah hampir 24 jam tujuh korban tertimbun di dalam tanah.
Sejauh ini informasi pun masih simpang siur. Polisi baru mengantongi dua nama dua orang pekerja yang jadi korban.
Satu orang bernama Gapur. Pria 30 tahun ini warga Desa Tanjung Mudo Kecamatan Pangkalan Jambu. Satu lagi Muhamad Ali (33), asal Desa Sungai Nilai Kecamatan Sungai Manau.
"Identitas korban lainnya masih kita selidiki," kata Kapolsek Sungai Manau Iptu Nixon Pangi HP, Senin (3/9/2018).
Proses evakuasi dilakukan tim gabungan. Polda Jambi juga mengirim tim Brimob untuk melakukan evakuasi di lokasi kejadian.
Di Simpang Parit sudah berkali-kali terjadi kecelaan yang mengubur pekerka PETI sistem lobang jarum. Sekira setahu lalu, 11 orang pekerja terkubur hidup-hidup dan tidak berhasil dievakuasi.
Informasi dari warga setempat, beberapa kali korban tewas di lobang jarum yang jumlahnya cukup banyak Kecamatan Renah Pembarap. Namun sengaja didiamkan sehingga informasi tidak tersebar luas.
"Kadang korban dikuburkan malam-malam. Dak ada orang luar yang tahu. Ini kan jadi heboh karena ada korban orang luar," ujar sumber.(kabarjambi)
KPU Kerinci Peduli Pentagen korban Kerusuhan, Ini Bantuan yang Diberikan
Bupati Batanghari Hadiri Paripurna Persetujuan 11 Ranperda Menjadi Perda
Satpol PP dan PDAM Jadi Terbaik, Hadiah Pemenang Aneka Lomba HUT RI ke-73 Dibagikan
Mancing Tengah Malam, Seorang Pria di Jambi Hilang Misterius hanya Menyisakan Motor & Gorengan



