JAMBERITA.COM - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (P3AP2) Provinsi Jambi menanggapi soal pernyataan dari pengamat kebijakan publik terkait pembunuhan bayi diduga dibunuh oleh Ayahnya sendiri di Kabupaten Tebo baru baru ini.
"Kami sudah melakukan penguatan dan sudah mengumpulkan P3AP2 dari semua Kabupaten Kota," ungkap Kadis P3AP2 Lutfiah melalui Kabid Rika Oktaviani saat dikonfirmasi Jamberita.com via telepon genggamnya, Minggu (22/7/2018).
Rika menegaskan, meski kasusnya di wilayah kabupaten, seperti inses di Kabupaten Batanghari yang sudah viral sampai dengan ke Kementrian, dan baru baru ini lagi, terjadi di Kabupaten Tebo adanya pembunuhan anak usia 8 bulan yang dilakukan oleh seorang ayah kandungnya, mereka tidak hanya tinggal diam.
"Di kabupaten itu memang harus dilakukan pendampingan secara khusus, namun itu juga harus didukung oleh semua multi stacholder," jelasnya.
Selanjutnya Rika mengatakan, terkait dengan penguatan dalam melakukan preventif sekaligus penanganan kasus baik kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kedepan, mereka akan mengajukan Peraturan Daerah (Perda).
"Itu lagi pembahasan, dan berharap itu bisa menjadi payung hukum juga bagi kabupaten kota, dan sosialisasi juga sebelumnya sudah kita lakukan, intinya Provins tidak hanya tinggal diam saja, berharap dikabupaten meneruskan itu sampai ke tingkat desa," tambahnya.
Rika menghimbau, kepada seluruh masyarakat provinsi Jambi, ketika melihat adanya kekerasan terhadap anak untuk segera melaporkan ke P3AP2 terdekat dan minta pendampingan supaya bisa difasilitasi.
"Kalau masalah KDRT memang orang lain tidak bisa mengadu, tetapi kalau soal kekerasan anak itu silahkan laporkan, karena itu sudah urusan dengan hukum," tegasnya.
Diakui Rika, untuk kasus di Tebo memang mereka harus gencar dalam memberikan penguatan kepada dinas terkait di Kabupaten Kota. Khususnya program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) atau gerakan yang dipelopori unsur masyarakat setingkat Desa/Kelurahan dalam upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak.
"Karena benar, sinergi multisektoral diluar instansi pemerintah mutlak harus dibentuk dan dibina. Kita punya Pokja Anak dan Forum Anak sebagai ujung tombak," pungkasnya.(afm)
Pembunuhan Bayi di Tebo, Pengamat: Dinas Perlindungan Anak Jangan Jadi Pelengkap OPD
Ini Para Juara Festival Baris-berbaris tingkat SMA/SMK/MAN Kota Jambi
Gelar Halal Bihalal dengan Kader dan Alumni, Bayu: Bukan Hanya Silaturahmi tapi Juga Bangun Sinergi
Pencak Silat Akan Tampil Pada Penyambutan Obor Asian Games di Kantor Gubernur
Perbasi Apresiasi Atlet Bakset Jambi Perkuat Timnas, KFA: Komitmen Kami Lahirkan Bibit Potensial
Hebat...Atlet Basket Putri Asal Jambi Ini Perkuat Timnas di Asian Games
Jambi Memasuki Transisi Kemarau, Agustus Hingga Oktober 2026 Diperkirakan Menjadi Risiko Tinggi

