JAMBERITA.COM - Kelestarian dan keberlangsungan adat dan budaya sejatinya merupakan tugas bersama yang wajib diemban oleh komponen masyarakat di suatu daerah. Hal tersebut juga tidak terlepas dari peran strategis pemerintah dalam memotori dan menggalakkan kesadaran berbudaya dilingkungan masyarakatnya.
Hal tersebut tampak mengemuka saat Sekretaris Daerah Kota Jambi Ir. H. Budidaya, M. For. Sc., membuka secara resmi Seminar Pembakuan Hak Paten Tata Rias Penganten Adat Melayu Kota Jambi, yang berlangsung di Aula Griya Mayang (25/6).
Acara yang turut dihadiri Ketua DPP HARPI (Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia) Melati, Dra. Suyatmi Harun, Ketua Konsorsium Pusat Tata Rias Pengantin Ibu Irene Estelina, Ketua Lembaga Adat Melayu Kota Jambi Datuk Azrai Al Bastari serta Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi tersebut juga merupakan bukti kuat komitmen Pemkot Jambi atas kelestarian tata busana dan tata rias adat pengantin Melayu Kota Jambi.
"Budaya melayu Tanah Pilih Pusako Batuah mengalami banyak kemajuan di berbagai aspek, termasuk khasanah yang berkaitan dengan tata rias pengantin adat melayu Kota Jambi. Oleh karenanya penting bagi kita untuk tetap melestarikan dan menjaganya, sebagai identitas kita. Jangan sampai budaya kita di klaim oleh pihak lain. Tanggung jawab kita untuk mendaftarkan hak patennya," ujar Sekda Budidaya.
Lebih lanjut, Budidaya berharap seminar tersebut memberikan kontribusi yang konstruktif dalam upaya melindungi khasanah budaya orisinil Kota Jambi.
Ketua DPD HARPI Melati Provinsi Jambi, Hj. Mastura dalam sambutannya mengungkapkan bahwa seminar tersebut merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya, yaitu bedah buku busana dan tata rias pengantin adat Melayu Kota Jambi. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Jambi yang memfasilitasi kegiatan tersebut.
"Pembakuan busana dan tata rias pengantin adat melayu Kota Jambi oleh Pemkot Jambi kami sambut dengan rasa syukur dan gembira, karena sudah 10 tahun kami berjuang untuk membakukannya. Alhamdulillah melalui Pemkot Jambi, pada hari ini mimpi tersebut sudah menjadi kenyataan," sebutnya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi adalah kurang kompetitifnya tata tias pengantin Jambi di tingkat nasional. Hal tersebut disebabkan karena belum dibakukannya busana dan tata rias pengantin adat melayu Jambi. Harapnya, melalui buku tersebut, dapat menjadi acuan bagi pihak yang ingin memiliki kompetensi dibidang tata rias dan busana pengantin adat Melayu Jambi.
Kegiatan seminar sehari tersebut, dirangkai pula dengan demo peragaan tata rias adat pengantin Melayu Jambi dan peragaan busana adat Melayu Kota Jambi. Kegiatan tersebut turut pula diikuti oleh pakar dan praktisi mode busana dan tata rias yang ada di Kota Jambi.(*/sm)
Merangin Gelar Apel Siaga Linmas, Amankan Jalannya Pilkada Merangin 2018
Pastikan Pilwako Sukses, Wali Kota Fasha Pimpin Rakor Pilkada
Hari Pertama Masuk Kerja Setelah Cuti, Fasha Pimpin Apel Peningkatan Disiplin ASN
Fachrori Pinta Pilkada di Jambi Berjalan Sukses dan Kedepankan Rasa Persatuan dan Kesatuan
Hadiri Kampanye Fasha - Maulana, SAH Ajak Pemilih Wujudkan Pilkada Damai


Optimalkan Kinerja B04, Kanwil Kemenkum Jambi Kejar Percepatan Anggaran dan Reformasi Birokrasi


