Bekraf Beri Pelatihan untuk Pelaku Ekraf Jambi



Senin, 14 Mei 2018 - 11:19:08 WIB



JAMBERITA.COM - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memfasilitasi 100 pelaku usaha Jambi mengikuti kelas Keuangan Usaha Ekonomi Kreatif di Hotel Aston Jambi, Sabtu (12/5). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) dengan memberikan pelatihan manajemen keuangan.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menjelaskan, bekraf ingin pelaku ekraf naik kelas dengan memiliki laporan keuangan yang bankable. Dengan demikian akses permodalan perbankan terbuka lebar untuk mereka. Sehingga, mereka bisa mengembangkan bisnis mereka dengan bantuan permodalan perbankan.

Menurutnya, di bekraf ada 16 sektor ekonomi kreatif dan ada tiga subsektor unggulan, disebut K2F, Kuliner Kriya dan Fashion. Kuliner industri ini 41,6 persen dari kontribusi PDB nasional terbesar.

"Fashion penyumbang terbesar kedua 18,15 persen dari total PDB ekraf kontribusi PDB subsektor fashion pada 2015. Kriya, 22,81 persen kontribusi TK sektor kria dari total TK ekraf,"  jelasnya.

Restog K Kusuma, Direktur Akses Perbankan bilang, kegiatan ini membangung ekraf di Jambi. Guna memahami struktur keuangan  agar lebih baik. Untuk memberikan pada pelaku usaha pemahaman tentang pentingnya manajemen keuangan sehingga bekraf bisa mengembangkan usahannya.

"Pengeluaran keuangan itu penting. Bank kebanyakan melihat pengeluaran keuangan karena bank ingin melihat uang yang disalurkan nantinya dikembalikan berikut dengan bunganya. Itu kan membuat bank nyaman untuk menyalurkan bantuan. Pelaku ekonomi kreatif harus bankable," katanya.

Praktisi Keuangan, Ahmad Gozali mengajari pelaku ekraf untuk mengatur keuangan mereka. Ia bilang, keuangan bisnis dan keuangan pribadi harus dipisahkan. Disarankan biaya cadangan bisnis untuk pengembangan bisnis dan biaya cadangan pribadi untuk pengeluaran tak terduga Ghozali melengkapi pelatihan manajemen keuangan ini dengan praktek langsung pembuatan laporan keuangan sederhana.

Laporan keuangan Ini bisa juga digunakan untuk mengakses pembiayaan perbankan, sedangkan analisa laporan keuangan bisa digunakan pelaku usaha ekraft untuk  evaluasi bisnis dan mengatur strategi bisnis mereka.

Anggota Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra yang hadir membuka acara itu mengatakan, pelatihan ini satu upaya memberikan pemahaman pentingnya tata kelola keuangan. Sebab, kunci sukses UKM pertama harus memiliki kedisiplinan keuangan. Kedua harus memiliki tim yang berkomitmen dan berkopetensi.(*/sm)



Artikel Rekomendasi