JAMBERITA.COM - Walikota Jambi yang lagi menjalani masa cuti, DR. H. Syarif Fasha tak mau hanya berdiam diri di rumah.
Tiap hari ia selalu turun untuk melihat kondisi masyarakat.
Seperti Jumat (27/4) siang, Fasha mengunjungi Fahmi (52), warga RT 32 Kelurahan kenali asam bawah, yang menderita struk sejak tahun 2009.
Sebelumnya, Fasha melaksanakan Sholat Jum’at di Masjid Al Aqsho. Usai Sholat Jumat, Fasha mendapat kabar ada warga sakit struk. Didampingi sejumlah tokoh masyarakat RT 32 dan sekitarnya langsung menuju ke rumah Fahmi.
Saat bertemu dengan Fahmi, Fasha memberikan motivasi dan semangat agar Fahmi lekas sembuh dari penyakit yang dideritanya.
Fasha menyarankan agar Fahmi untuk terus semangat melatih diri untuk bergerak atau berjalan, serta tidak memakan makanan yang menyebabkan kolesterol, kencing manis dan penyebab penyakit lainnya.
Menurut penuturan Sulastini istri Fahmi, suaminya menderita sakit stroke ejak 2009. Sakit stroke pertama diderita sekitar 5 tahun, kemudian membaik hingga tiga tahun terakhir penyakit stroke kembali diderita suaminya.
Dalam kunjungan itu, Fasha menanyakan terkait pelayanan kesehatan, seperti bagaimana dari puskesmas, pelayanan melalui surat keterangan tidak mampu (SKTM), Bpjs dan pelayanan lainnya.
Sulastini tidak menduga jika rumahnya didatangi Fasha. "Alhamdulillah, kami tidak menyangka rumah kami didatangi pak Fasha, terlebih langsung menjenguk suami saya yang sedang sakit struk, kami senang bapak datang dan terimo kasih," ujarnya.
Selain mengunjungi warga yang sakit, Calon Walikota Jambi nomor urut 2 ini juga menyempatkan berdialog bersama warga sekitar, baik terkait kesehatan, pembangunan infrastruktur jalan dan lainnya.(*/sm)
Rapat Maraton Dengan Tiga Menteri, SAH Kawal Anggaran Untuk Provinsi Jambi
Menjelang Ramadhan, YLKI Desak Disperindag Turun ke Lapangan
Jadi Irup Hari Bhakti di LP, Plt Gubernur Harap Pemasyarakatan Berikan Layanan Terbaik
Nah, Satu Anggota Polda Jambi Terjepit hingga Alami Patah Tulang
Dipanggil yang Kuasa, Ini Kenangan Fasha tentang Sosok Kakak H. Syaiful Anwar Hadi
Jambi Memasuki Transisi Kemarau, Agustus Hingga Oktober 2026 Diperkirakan Menjadi Risiko Tinggi

