Minamas Plantation Berdayakan 4 Desa di Jambi dalam Program Desa Mandiri Cegah Api



Rabu, 04 April 2018 - 19:10:24 WIB



Peresmian Desa Mandiri Cegah Api.
Peresmian Desa Mandiri Cegah Api.
JAMBERITA.COM-  Program pencegahan kebakaran berbasis desa yang telah dimulai akhir tahun lalu di 4 desa di Jambi sudah menunjukkan hasil.
Empat des tersebut yakni Desa Sumber Agung, Desa Parit, Desa Arang-Arang dan Desa Gambut Jaya. Ini merupakan lanjutan dari program serupa yang dljalankan di 15 desa sekitar wilayah operasional anak usaha Minamas Plantation sejak tahun 2015.
Dalam program lanjutan selama enam bulan yang dimulai bulan Oktober 2017, Minamas Plantation melalui anak usahanya di daerah Jambi, PT Bahari Gembira Ria (PT BGR) bekerjasama dengan Universitas Jambl (UNJA) dengan melakukan program pencegahan kebakaran berbasis desa di sekitar perusahaan, yang pada akhlrnya mewujudkan Desa-desa Mandiri Cegah Api.
Program ini dilaksanakan oleh para peneliti dan tim ahli bersama tenaga pendamping, melalui kegiatan pendampingan dengan cara hidup bersama di tengah­ tengah masyarakat.
Mereka mengidentiflkasi faktor-faktor sosial ekonomi yang memaksa mereka melakukan pembakaran lahan setiap tahun dan mengevaluasi pendekatan yang paling tepat untuk diterapkan di wilayah bersangkutan.
Tujuannya adalah untuk merumuskan pendekatan jangka panjang dalam memperbaiki mata pencaharian masyarakat di sekitar kebun dan berbagi pengalaman tentang best practices dalam sustainable agricultural management tanpa membakar lahan.
Manfaat program dirasakan oleh seluruh penduduk di 4 desa tersebut, yang mencapai sekitar 8.239 jlwa dengan luas area sebesar 40.051 Ha. Di desa-desa tersebut, sejak tahun 2011-2016, rata-rata terjadl kebakaran besar hampir 2 kall daiam setahun, karena 60°/o lahannya berada di lahan gambut.
Pada tahun 2017-2018 atau tepatnya, sejak  program DMCA berjalan, masyarakat telah mulai mengembangkan praktek membuka lahan tanpa membakar dan mengembangkan sistem pengomposan. 
Selama periode  program berjalan, hampir tidak pernah ada lagi terjadi kebakaran didaerah tersebut. Hal inljuga didukung oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga kondisi lahan tetap basah.
Hingga saat lni, program DMCA telah memberdayakan sekitar 19 {Sembllan belas) desa di daerah Sumatera dan Kalimantan Selatan,yang manfaat programnya sudah dirasakan sejak dimulal pada tahun 2015. 
Adapun Penerima manfaat berjumlah hampir 44.273 jiwa dengan luas area mencakup 85.594 ha.
Sembilan belas desa yang telah mendapatkan program pendampingan adalah sebagai berikut Pertama, Desa Teluk Bunian, Desa Pelangiran, Desa Penjuru dan Desa Makmur Jaya di Kabupaten Indragiri Hilir (Kerjasama PT Bhumireksa Nusasejati dengan Unlversltas  Riau).
Kedua, Desa Kuala Gasib dan Desa Tualang Timur di Kabupaten Slak (Kerjasama PT Aneka Inti Persada dengan Universitas Riau).
Ketiga, Desa Pematang Damar dan Desa Menggala Teladan di Kabupaten Rokan Hilir (Kerjasama PT Tunggal Mitra Plantations dengan Universitas Riau).
Keempat, Desa Bepara, Desa Harapan Baru, Desa Binturung, Desa Lintang Jaya, Desa Wonorejo, Desa Bekambit dan Desa Sejakah di Kabupaten Kotabaru (Kerjasama PT Laguna Mandiri, PT Langgeng Muaramakmu r dan PT Bersama Sejahtera Saktl dengan Universitas Lambung Mangkurat).
Kelima, Desa Sumber Agung, Desa Gambut Jaya,  Desa Parlt dan Desa Arang-Arang di Kabupaten Muarojambi (kerjasama PT Baharil Gembira Ria dengan Universitas Jambi).
Head Plantation Operations Minamas Plantation, Roslin Azmy Hassan, mengatakan jika kerjasama PT Bahari Gembira Ria dengan Unlversitas Jambi ini terbukti telah mengurangi keblasaan membakar dalam  membuka lahan, turun secara signifikan di 4 desa . 
Masyarakat desa juga memperoleh ilmu baru tentang pola menanam dengan slstem zero burning , pemetaan dan pembuatan peta desa serta pembuatan aturan-aturan desa yang sudah lama tidak terpakai dan nant1nya akan diterapkan oleh kelompok-kelompok desa yang sudah terbentuk. 
Para pendamping dari Universitas Jambi juga akan terus memastlkan adanya peningkatan keterlibatan dan pemahaman masyarakat desa mengenai praktik-praktik  pertanian berkelanjutan.
Hal ini juga disampaikan oleh Rektor Universitas Jambi, Prof. H. Johni Najwan yang diwakili Prof Dr Zulkifli Alamsyah.
"Saya mengucapkan banyak terimakasih atas sinergi yang dllakukan antara Unlversitas Jambi dengan Minamas Plantation dalam program pencegahan kebakaran. Hal ini sesuai dengan semangat Unlversitas Jambi dalam penerapan Perda No.2 Tahun 2016 tentang mplementasi Pencegahan Kebakaran dan Lahan. Perda ini lahir atas sumbangsih dan peran aktif para tenaga ahli UNJA,"katanya.
Minamas Plantation selalu melakukan upaya konkret untuk memastikan tata kelola perkebunan yang sangat memperhatikan aspek llngkungan dan mengedepankan prinsip pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan serta memberikan dampak bagi kesejahteraan petani.(*/sm)








loading...