JAMBERITA.COM— Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, M.M., menilai kebijakan subsidi pupuk pada era Presiden Prabowo Subianto memberikan dampak positif bagi produktivitas petani.
Menurutnya, ketersediaan pupuk yan tepat waktu, jumlah yang memadai, dan harga yang lebih terjangkau menjadi kunci utama dalam menurunkan biaya produksi serta meningkatkan hasil panen.
Sutan Adil Hendra yang akrab disapa SAH menyatakan, pupuk merupakan sarana produksi strategis bagi petani. Bila kebutuhan pupuk terpenuhi dengan baik, petani dapat melakukan pemupukan sesuai jadwal tanam sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal dan produktivitas meningkat.
“Subsidi pupuk bukan sekadar bantuan harga, tetapi investasi bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Ketika petani memperoleh pupuk tepat waktu dan terjangkau, biaya produksi menurun serta produktivitas dapat naik,” ujar SAH.
Ia mengapresiasi upaya pemerintah dalam memperkuat tata kelola pupuk bersubsidi, termasuk peningkatan alokasi pupuk dan penyederhanaan regulasi distribusi. Langkah tersebut dinilai membantu mengurangi hambatan yang selama ini kerap dialami petani, seperti keterlambatan pasokan dan kesulitan akses pupuk di tingkat desa.
SAH juga menilai penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen sebagai kebijakan yang sangat membantu petani. Menurutnya, harga pupuk yang lebih terjangkau memberi ruang bagi petani untuk mengalokasikan biaya pada benih berkualitas, pengolahan lahan, dan perawatan tanaman yang lebih baik.
Ketua DPD HKTI Jambi berharap distribusi pupuk subsidi semakin tepat sasaran, transparan, dan sampai ke kelompok tani di seluruh kabupaten/kota di Jambi. Ia menekankan pentingnya pengawasan bersama antara pemerintah, penyuluh, koperasi, dan organisasi petani agar pupuk tidak salah sasaran maupun diperjualbelikan di luar mekanisme subsidi.
“HKTI Jambi siap mendampingi pemerintah dalam pengawalan distribusi pupuk dan pemberdayaan petani. Targetnya bukan hanya panen lebih banyak, tetapi juga pendapatan petani yang lebih layak,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap petani harus menjadi bagian dari pembangunan ekonomi pedesaan. Dengan produktivitas yang meningkat, petani diharapkan mampu berkontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.(*)
Bahas 11 Ranperda dan Perkada, Kanwil Kemenkum Jambi Gelar Harmonisasi Empat Daerah
Mediasi Sengketa Motif Batik di Tebo Berujung Kesepakatan Damai
SAH Tegaskan Program Presiden Prabowo, Pengelolaan SDA untuk Kemakmuran Rakyat
Ivan Wirata Desak Disdik Jambi Segera Verifikasi Dugaan Pelanggaran TKA, Hak Siswa Dilindungi
SAH Siap Laksanakan Instruksi, Gerindra Jambi Targetkan Kemenangan pada Pemilu 2029
Bahas 11 Ranperda dan Perkada, Kanwil Kemenkum Jambi Gelar Harmonisasi Empat Daerah


