Di Balik Senyum Cum Laude Nandita di UNJA : Menjaga Kesehatan, Merawat Bisnis & Menuntaskan Kuliah



Sabtu, 05 September 2026 - 11:02:52 WIB



Foto : Bersama Keluarga besar, Nandita Juliana Lulus dengan Nilai Nyaris Sempurna di Wisuda Periode ke-125 Universitas Jambi (UNJA), Sabtu (29/8/2026).
Foto : Bersama Keluarga besar, Nandita Juliana Lulus dengan Nilai Nyaris Sempurna di Wisuda Periode ke-125 Universitas Jambi (UNJA), Sabtu (29/8/2026).

JAMBERITA.COM - Di antara ribuan wisudawan yang memadati Gedung Balairung Pinang Masak pada Wisuda Periode ke-125 Universitas Jambi (UNJA), Sabtu (29/8/2026), sosok Nandita Juliana memancarkan ketenangan tersendiri. Mengenakan toga kebanggaannya, mahasiswi Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini resmi menyandang predikat cum laude dengan IPK nyaris sempurna: 3,96.

Namun, di balik angka fantastis dan senyum semringah tersebut, ada perjuangan sunyi yang ia jalani selama hampir empat tahun terakhir. Setiap hari, Nandita tak hanya bertarung dengan tumpukan tugas perkuliahan dan urusan bisnis yang ia rintis, tetapi juga dengan kondisi fisiknya sendiri. Ada kondisi kesehatan khusus yang mengharuskannya ekstra hati-hati: ia tak boleh kelelahan berlebih apalagi sampai tertekan oleh stres.

“Cum laude sebenarnya bukan target utama saya sejak awal. Saya lebih fokus untuk menyelesaikan kuliah dengan baik dan memberikan hasil terbaik yang saya bisa,” ungkap mahasiswi asli Jambi tersebut.

Hari-hari Nandita diisi dengan ritme yang padat. Berjarak sekitar satu jam perjalanan dari rumah menuju kampus, ia harus pintar meramu strategi harian. Lelah perjalanan, tuntutan akademik, dan dinamika mengelola bisnis kerap menguji ketahanannya.

Saat memasuki fase skripsi, masa-masa jenuh dan lelah sempat menghampirinya. Alih-alih memaksakan diri hingga tumbang, Nandita memilih jalan yang lebih bijak: mendengarkan sinyal tubuhnya. Ia mengerjakan skripsinya secara bertahap dan segera mengambil jeda saat fisiknya memberi tanda butuh istirahat.

“Menurut saya, produktif itu bukan berarti harus terus memaksakan diri, tetapi tahu kapan harus bekerja dan kapan harus beristirahat,” tuturnya mantap. Bagi Nandita, rahasia menjaga keseimbangan berada pada skala prioritas dan keberanian untuk memilah mana tugas mendesak yang butuh penanganan segera.

Di balik ketangguhan Nandita, ada doa tak putus dari kedua orang tuanya. Meski sang ayah merupakan lulusan SD dan ibunya lulusan SMP, semangat mereka untuk mengantarkan anak-anaknya menembus pendidikan tinggi tak pernah padam. Dukungan tanpa syarat itulah yang menjadi bahan bakar Nandita saat energi tubuhnya berada di titik terendah.

“Ketika saya merasa lelah, saya sering ingat lagi tujuan awal saya kuliah, salah satunya ingin membuat mereka bangga. Jadi, pencapaian ini saya persembahkan terutama untuk mereka,” kata Nandita dengan nada haru.

Setelah menggenggam gelar Sarjana Kewirausahaan, Nandita bersiap melangkah lebih jauh. Ia berencana membesarkan bisnis yang telah dirintisnya sambil mencari pengalaman baru di dunia profesional. Keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2) pun sudah ia simpan rapi, menunggu waktu yang tepat setelah memiliki kemandirian finansial yang makin kokoh.

Kepada sesama mahasiswa yang masih berjuang di bangku kuliah, pengusaha muda ini menitipkan pesan yang begitu membumi. “Fokus saja dengan prosesnya, konsisten, bertanggung jawab, pantang menyerah, dan selalu semangat. Jangan lupa menjaga kesehatan, karena kita tidak harus selalu berjalan cepat, yang penting tetap berjalan sampai tujuan,” pesannya.

Nandita telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik dan padatnya kesibukan bukan penghalang untuk meraih puncak prestasi. Kuncinya sederhana: kenali diri sendiri, atur waktu dengan bijak, dan jangan pernah berhenti melangkah.(afm)

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi