Klaim Plt Dirut : Pengerjaan Selesai, Air PDAM Mendalo ke Pematang Gajah Tinggal Pendistribusian?



Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:09:27 WIB



Foto : Ilustrasi.
Foto : Ilustrasi.

JAMBERITA.COM - Memasuki hari keenam, krisis air bersih yang melanda warga kawasan Mendalo dan Pematang Gajah, Kabupaten Muaro Jambi, belum juga menemukan titik terang. Di tengah penderitaan warga yang harus berhadapan dengan pekatnya kabut asap, layanan air bersih dari PDAM Tirta Muaro Jambi justru terkesan klaim sepihak.

Plt Direktur Utama PDAM Tirta Muaro Jambi, Nazariah, menyatakan bahwa perbaikan pipa yang mengganggu distribusi air dari Unit Mendalo ke Pematang Gajah sebenarnya telah rampung dikerjakan. Ia mengeluhkan pemadaman listrik yang sempat menghentikan proses operasional, namun mengklaim kendala teknis utama sudah teratasi.

"Iya tadi listrik mati, operasional memang terhenti. Alhamdulillah selesai," kata Nazariah saat dikonfirmasi Jamberita.com, Kamis (27/8) malam.

Baca Juga : Air PDAM di Mendalo Kering 5 Hari Saat Kabut Asap, Plt Direktur : Kami Upayakan Selesai Malam Ini

Terkait keluhan warga yang mengaku air belum juga mengalir hingga pukul 23.00 WIB malam ini. Nazariah berdalih bahwa proses perbaikan sudah selesai dan kini hanya tinggal menunggu proses penyaluran ke rumah-rumah pelanggan. " Tinggal menunggu pendistribusian saja. Optimalisasi pendistribusian saja lagi," tambahnya.

Namun, klaim optimistis sang Dirut berbeda setelah ditelusuri kepada orang yang berada di lokasi pengerjaan. Berdasarkan penelusuran Jamberita.com, proyek pergeseran pipa akibat pembangunan turap tersebut nyatanya belum selesai.

Seorang sumber yang berada di lokasi penanganan menyampaikan bahwa dari total tiga jalur pipa induk yang harus digeser, para pekerja di lapangan baru menyelesaikan dua jalur. "Belum, mereka masih mindahin pipa. Ada tiga pipa induk yang digeser, yang sudah baru dua jalur pipa. Satu pipa lagi belum dibongkar," beber sumber Jamberita.com di lokasi proyek.

Sumber tersebut membenarkan adanya kendala pemadaman listrik yang baru menyala pukul 15.00 WIB sore. Namun, ia mempertanyakan komitmen dan janji Plt Dirut PDAM yang sebelumnya melempar angin segar akan menerjunkan armada mobil tangki untuk membantu krisis air warga.

Kenyataan di lapangan, bantuan air tangki yang dijanjikan tersebut nihil alias tak kunjung datang. Kondisi ini menyulut kekecewaan mendalam bagi masyarakat Pematang Gajah. Selama enam hari berturut-turut, warga tak hanya dipaksa menyedot kabut asap Karhutla, tetapi juga harus mengelus dada menghadapi janji penanganan air bersih yang dinilai sekadar "pemadam kebakaran" di atas kertas.(afm)





Artikel Rekomendasi