Kawal Aspirasi Rakyat, Edi Purwanto Akselerasi Pembangunan Jalur Dua Mendalo–Pijoan



Jumat, 08 Mei 2026 - 17:48:01 WIB



Foto : Edi Purwanto.
Foto : Edi Purwanto.

JAMBERITA.COM - Anggota Komisi V DPR RI, Dr. Edi Purwanto, menunjukkan komitmen politik yang kuat (political will) dalam mengurai benang kusut kemacetan dan angka kecelakaan di kawasan Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi. Melalui inisiasi rapat koordinasi strategis di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi pada Kamis (7/5/2026).

Edi mendesak percepatan pembangunan jalan dua jalur ruas Simpang Mendalo – Exit Tol Pijoan (Stadion Swarnabhumi). Langkah ini diambil Edi sebagai respons konkret atas kondisi jalur tersebut yang kian kritis akibat lonjakan volume kendaraan dan statusnya sebagai "urat nadi" pendidikan serta ekonomi di Provinsi Jambi.

Edi Purwanto menegaskan bahwa proyek ini tidak bisa dipandang sebagai agenda rutin biasa, melainkan sebuah program extraordinary. Ia berhasil mendorong percepatan dokumen perencanaan yang semula ditargetkan baru selesai pada 2027.

"Kita anggap ini program extraordinary. Tahun ini insyaallah Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) akan kita ikhtiarkan selesai. Kita tidak ingin menunggu hingga 2027 karena kebutuhan masyarakat sudah sangat mendesak," tegas Edi.

Sebagai legislator yang duduk di senayan, Edi melihat ruas Pijoan bukan sekadar jalan raya, melainkan wajah depan Provinsi Jambi. Keberadaan Exit Tol Pijoan akan menjadikan kawasan ini sebagai pintu masuk utama bagi warga dari berbagai provinsi di Sumatera.

“Urgensinya adalah di kawasan tersebut terdapat dua kampus besar yakni Universitas Jambi (UNJA) dan UIN STS Jambi. Ada juga SMA Negeri 1 Muaro Jambi, SMA Titian Teras, MAN Insan Cendekia, serta Stadion Swarnabhumi bertaraf internasional,” ujar Edi Purwanto dengan membeberkan alasan kuat dibalik urgensi pembangunan tersebut.

Pertama adalah, sebagai sentral Pendidikan yang melayani mobilitas hampir 57.000 mahasiswa dari UNJA dan UIN STS Jambi, serta siswa SMA/MAN unggulan. Kedua Fasilitas Internasional, atau akses utama menuju Stadion Swarnabhumi yang bertaraf internasional. Kemudian untuk menekan angka kecelakaan fatal (tercatat 88 kecelakaan dengan 12 korban jiwa dalam periode 2024–2026).

Inisiasi Edi Purwanto ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan yang hadir dalam rapat tersebut, mulai dari Ditlantas Polda Jambi menyoroti kondisi over capacity dan kerawanan kecelakaan (blackspot) yang memerlukan solusi permanen jalur dua.

Pemkab Muaro Jambi, Bupati BBS siap melakukan sosialisasi dan mengawal proses pembebasan lahan agar berjalan kondusif dan Elemen Mahasiswa Kehadiran Presiden BEM UNJA dan DEMA UIN STS Jambi mempertegas dukungan akar rumput atas inisiasi ini.

Edi Purwanto mengajak seluruh pihak, mulai dari kementerian terkait hingga masyarakat pemilik lahan, untuk mengedepankan semangat gotong royong. "Sebagai etalase Jambi, kawasan ini harus benar-benar kita tata bersama. Kami berharap sinergi stakeholder dan pengertian masyarakat terkait pembebasan lahan dapat memperlancar pembangunan ini demi kebaikan kita bersama," jelasnya.

Pembangunan ini diharapkan dapat segera terealisasi melalui dukungan dana APBN tahun 2027, menjadikannya salah satu warisan infrastruktur penting bagi konektivitas dan keselamatan masyarakat Jambi.

Mengkonfirmasi itu, Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi, memaparkan berdasarkan data survei kondisi jalan Semester II Tahun Anggaran 2025, panjang jalan nasional di Kabupaten Muaro Jambi mencapai 136,76 kilometer dengan tingkat kemantapan sepanjang 131,25 kilometer atau sebesar 95,96 persen.

Sedangkan untuk ruas Jalan batas Kabupaten Muaro Jambi/Kabupaten Batanghari–Simpang Mendalo Darat memiliki panjang 12,69 kilometer dengan tingkat kemantapan sebesar 93,41 persen dan kerusakan ringan sepanjang 0,84 kilometer.

Dedy menegaskan bahwa penambahan jalur dua pada ruas batas Kota Jambi (Simpang Rimbo) hingga Simpang Mendalo Pijoan merupakan kebutuhan penting karena jalan tersebut memiliki fungsi strategis.

“Ruas ini merupakan bagian dari Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan arah Riau dan lintas penghubung menuju Lintas Tengah Sumatera ke arah Sumatera Barat. Selain itu, segmen Mendalo Darat Simpang Sungai Duren juga menjadi penghubung dua perguruan tinggi negeri, yakni UNJA dan UIN STS Jambi,” jelasnya.

Ia juga menyebut ruas tersebut merupakan jalur angkutan batu bara sekaligus penghubung vital antara Jalan Tol Trans Sumatera dengan pusat kegiatan di Kota Jambi.(afm)





Artikel Rekomendasi