NTP Jambi Capai Level Tertinggi, Subsektor Perkebunan dan Perikanan Jadi Faktor Utama



Kamis, 09 April 2026 - 20:24:03 WIB



Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha.

JAMBERITA.COM - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi mencatat rekor tertinggi dalam periode Januari 2025 hingga Februari 2026. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh melonjaknya indeks harga yang diterima para petani di lapangan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Aidil Adha mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, NTP Maret 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Posisi NTP Jambi saat ini berada di angka 178,39, atau tumbuh 1,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan NTP ini disebabkan oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang naik sebesar 1,18 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,07 persen," ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Selain NTP, indikator kesejahteraan lainnya yakni Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga menunjukkan tren positif. NTUP Jambi tercatat sebesar 184,26, atau naik 1,01 persen dibandingkan bulan lalu.

Meskipun secara akumulatif mengalami kenaikan, Aidil memberikan catatan khusus terhadap performa persubsektor. Sektor perkebunan dan perikanan menjadi penyumbang kenaikan tertinggi. Namun, ada dua subsektor yang justru menunjukkan tren penurunan.

"Yaitu subsektor ketahanan pangan dan hultikultura. Jadi kalau kita bicara subsektor harus di waspadai ada dua subsektor yang turun tetapi subsektor lainnya naik. Dari subsektor inilah dia akan menjadi NTP secara keseluruhan," tuturnya. 

Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Jambi juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,04 persen. Kenaikan ini merata di hampir seluruh kelompok pengeluaran, kecuali pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau. Kelompok tersebut justru mengalami deflasi atau penurunan sebesar 0,16 persen.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. (tts)





Artikel Rekomendasi