Waspada! BMKG Prediksi El Nino di Jambi Pertengahan 2026, Daerah Diminta Segera 'Panen Air'



Jumat, 03 April 2026 - 13:02:34 WIB



Kepala BMKG Provinsi Jambi, Ibnu Sulistyono.
Kepala BMKG Provinsi Jambi, Ibnu Sulistyono.

JAMBERITA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi fenomena El Nino yang diprediksi akan mulai terjadi pada pertengahan tahun 2026. Meski saat ini kondisi cuaca masih tergolong netral, ancaman kekeringan membayangi Provinsi Jambi memasuki musim kemarau mendatang.

Kepala BMKG Provinsi Jambi Ibnu Sulistyono menjelaskan, bahwa meskipun kondisi ENSO (El Nino-Southern Oscillation) saat ini masih berada pada kategori netral hingga April 2026, tren kenaikan suhu diprediksi akan berubah drastis pada pertengahan tahun.

"Sampai awal tahun 2026 kondisi ENSO masih netral. Namun, diprediksi sampai pertengahan tahun ada potensi ke arah El Nino. Untuk periode Maret-April ini Jambi masih di musim hujan, jadi dampak El Nino masih relatif aman," ujar Ibnu kepada awak media, Jumat (3/4/2026).

BMKG memprediksi awal musim kemarau di Jambi akan terjadi pada Dasarian II Mei hingga Dasarian I Juni 2026. Pada masa transisi tersebut, curah hujan akan berkurang secara signifikan.

Mengingat adanya potensi El Nino, BMKG memberikan rekomendasi strategis bagi Pemerintah Daerah seperti adanya Panen Air yaitu Memanfaatkan sisa musim hujan di bulan April untuk mengisi embung dan cadangan air.

Kemudian Modifikasi Cuaca : Segera melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebelum kekeringan meluas dan, Status Siaga : Penetapan status siaga bencana hidrometeorologi kering paling lambat pada Mei 2026.

"Maret hingga April ini merupakan waktu yang tepat untuk memanen air atau melaksanakan operasi modifikasi cuaca, sehingga saat memasuki akhir Mei hingga awal Juni, ketersediaan air masih terjaga," tuturnya.

Sementara itu, data mengejutkan tercatat hingga 30 Maret 2026 di mana terpantau sebanyak 676 titik panas (hotspot) sudah muncul di wilayah Jambi. "Iya, sampai tanggal 30 Maret 2026 kami mencatat ada 676 titik panas yang tersebar di wilayah Provinsi Jambi, terbanyak di Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, dan Sarolangun," ungkap Ibnu.

Ketiga wilayah ini diprediksi akan mengalami risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meningkat mulai Juni, dan diperkirakan meluas pada periode Juli hingga September 2026.

Ibnu menambahkan bahwa puncak musim kemarau diperkirakan jatuh pada Agustus 2026. Dengan durasi kemarau yang diprediksi mencapai enam bulan, masyarakat dan pemerintah diminta waspada terhadap lonjakan suhu udara dan kelangkaan air bersih.

"Fenomena El Nino ini menjadi perhatian serius karena dampaknya lebih besar dari kondisi normal, terutama pada peningkatan suhu dan risiko kebakaran hutan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat," pungkasnya. (tts)


Sumber: BMKG Provinsi Jambi


Artikel Rekomendasi