JAMBERITA.COM- Suasana berbuka puasa di kediaman Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Di tengah kesibukannya memimpin partai di daerah, momen Ramadan menjadi waktu yang selalu ia prioritaskan untuk berkumpul bersama keluarga.
Menu favorit berbuka SAH mencerminkan perpaduan dua kultur besar dalam keluarganya. Ia berasal dari Mandailing Natal, Sumatera Utara, sementara sang istri berasal dari Siulak, Kerinci. Dua latar budaya ini berpadu harmonis di meja makan setiap Ramadan, menghadirkan cita rasa khas yang sarat tradisi dan kenangan kampung halaman.
Saat azan Magrib berkumandang, SAH biasanya memulai dengan air putih dan kurma, dilanjutkan teh manis hangat atau sirup markisa yang segar. Hidangan utama favoritnya adalah gulai daun ubi tumbuk dengan santan kental dan rempah khas Mandailing yang gurih dan lembut. Ikan sale yang dimasak dengan kuah santan pedas turut menjadi pelengkap yang selalu menggugah selera.
Sentuhan hidangan Kerinci dari sang istri semakin memperkaya sajian berbuka. Lemang hangat kerap hadir di meja makan, berpadu dengan gulai itik khas Kerinci yang kaya rempah. Tak ketinggalan dendeng batokok khas Kerinci—irisan daging sapi yang dipukul hingga pipih lalu dibakar atau digoreng dan disiram sambal cabai merah—menjadi salah satu menu favorit keluarga. Rasa pedas gurihnya memberi sensasi berbeda yang menambah selera makan setelah seharian berpuasa.
Usai menunaikan salat Tarawih, keluarga biasanya menikmati makanan ringan seperti pisang goreng, kacang rebus, kue lapis, atau wajik. Minuman hangat seperti kopi Mandailing atau wedang jahe menjadi teman berbincang santai malam Ramadan.
Untuk sahur, menu yang disajikan lebih sederhana namun tetap bernutrisi. Nasi hangat dengan telur dadar, sambal teri, dendeng batokok, atau sisa gulai daun ubi tumbuk sering menjadi pilihan. Terkadang ditambah sayur bening dan ikan goreng agar tetap ringan namun cukup energi untuk menjalani aktivitas keesokan harinya.
Bagi SAH, rangkaian menu berbuka hingga sahur bukan sekadar soal selera, tetapi juga cara merawat tradisi Mandailing dan Kerinci dalam lingkup keluarga. Di tengah dinamika aktivitas politik yang padat, Ramadan menjadi ruang jeda yang menghadirkan kehangatan, kebersamaan, serta rasa syukur yang mendalam.(*)
Basket Pelajar DBL Jambi Menuju Training Camp Nasional, Dispora Harapkan Regenerasi Prestasi
Kejati Jambi Periksa 5 Saksi, Termasuk Eks Kabid Bappeda Soal Jalan Pelabuhan Ujung Jabung
Kanwil Kemenkum Jambi Serahkan SK Kewarganegaraan ke Yanha Dewi Sudirman
Stunting di Jambi Melonjak Jadi 19,5 Persen, Komisi IX DPR RI 'Warning' Pemda!
Bahas Soal Anggaran, Inspektur Keuangan Jamwas Inspeksi Khusus di Kejati





