Sambut Ramadhan 1447 H, Pemprov Jambi Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak untuk Kendalikan Inflasi



Jumat, 13 Februari 2026 - 19:31:02 WIB



Foto : Wagub Jambi.
Foto : Wagub Jambi.

JAMBERITA.COM - Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Abdullah Sani, secara resmi membuka Gerakan Pasar Murah Serentak Provinsi Jambi di Citraland NGK, Kota Jambi, Jumat (13/02/2026) pagi. Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi langsung pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Dalam arahannya, Wagub Sani menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat krusial untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Ia menyebut fluktuasi harga yang terlalu tinggi dapat mengganggu daya beli, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Gerakan Pangan Murah ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan berkualitas dengan harga ekonomis. Ini merupakan instrumen nyata dalam menjaga aksesibilitas pangan," ujarnya.

Wagub memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jambi yang menunjukkan inflasi year-on-year (y-on-y) pada Januari 2026 berada di angka 3,35% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,98. ?Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil inflasi sebesar 0,45%, dengan komoditas utama seperti daging ayam ras, telur, dan sayur-sayuran. Namun, kabar positif datang dari sektor produksi beras.

"Produksi beras sepanjang 2025 mencapai 212,76 ribu ton, naik 30,88% dibanding tahun sebelumnya. Untuk periode Januari-Maret 2026, potensi produksi diperkirakan mencapai 57,40 ribu ton, atau naik 11,21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," urai Wagub.

Kegiatan ini sejalan dengan Perda Provinsi Jambi Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD, di mana stabilitas harga barang kebutuhan pokok menjadi program prioritas dengan Indeks Ketahanan Pangan sebagai indikator keberhasilan.

Senada dengan Wagub, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Jambi juga akan menggelar pasar murah secara rutin setiap minggu selama bulan Ramadhan.

"Tujuan utamanya adalah mengendalikan lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar, sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," tuturnya.

Acara ditutup dengan harapan agar stabilitas pangan ini dapat mendukung kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan yang akan datang.(afm)





Artikel Rekomendasi