Jangan Sampai Menyesal! Strategi KKN UBR Jambi Bekali Siswi SMP IT Al Fadhil Lawan Pernikahan Dini



Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:32:51 WIB



Foto : Mahasiswa KKN Posko 10 UBR Jambi.
Foto : Mahasiswa KKN Posko 10 UBR Jambi.

JAMBERITA.COM - Masa remaja seharusnya menjadi waktu untuk mengejar mimpi, bukan membina rumah tangga di usia yang terlalu dini. Menyadari hal tersebut, mahasiswa KKN Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi Posko 10 Desa Sipin Teluk Duren menggelar sosialisasi edukatif bertajuk "Dampak Pernikahan Dini" di SMP IT Al Fadhil pada Jumat (23/01/2026).

Didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Ns. Miko Eka Putri, M.Kep, kegiatan ini menyasar para siswi sebagai garda terdepan yang perlu dibekali pemahaman mengenai risiko kesehatan, psikologis, dan sosial dari pernikahan di bawah umur.

Edukasi ini bertujuan agar para siswi tidak hanya paham mengenai definisi pernikahan dini, tetapi juga mampu mengidentifikasi bahaya yang mengintai, seperti risiko kesehatan reproduksi hingga kesiapan mental yang belum matang.

"Kami ingin adik-adik di SMP IT Al Fadhil memiliki perencanaan masa depan yang matang. Pernikahan bukan sekadar ikatan, tapi tanggung jawab besar yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin," ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN Posko 10.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswi tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti. Keberhasilan edukasi ini terlihat saat sesi evaluasi, di mana para siswi mampu menjelaskan kembali pengertian dan bahaya pernikahan dini dengan lugas.

Menjawab pertanyaan kritis dari sesama rekan mereka terkait risiko medis dan menunjukkan kesadaran akan pentingnya menuntaskan pendidikan terlebih dahulu."Kegiatan edukasi terlaksana dengan baik dan diikuti secara efektif oleh para siswi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswi terhadap materi dampak pernikahan dini," tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam menekan angka pernikahan dini di Desa Sipin Teluk Duren. Dengan meningkatnya kesadaran para santriwati dan siswi, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi teman sebaya mereka.

"Melalui kegiatan ini diharapkan santriwati/siswi dapat meningkatkan kesadaran siswi mengenai bahaya pernikahan dini serta mendorong mereka untuk merencanakan masa depan dengan lebih matang, sehingga dapat menekan angka pernikahan dini di Desa Sipin Teluk Duren," harapnya.

Melalui sinergi antara akademisi dan sekolah, masa depan remaja di Sipin Teluk Duren kini selangkah lebih cerah dengan perencanaan hidup yang lebih terarah.(afm)





Artikel Rekomendasi