Al Haris Legowo Batal Sematkan Nama Zulkifli Nurdin di Eks MTQ



Senin, 05 Januari 2026 - 15:30:28 WIB



Foto : Gubernur Jambi Al Haris, Wagub Jambi Abdullah Sani Saat Ziarah ke Makam Pahlawan dalam Rangka HUT Provinsi Jambi, Senin (5/01/2026).
Foto : Gubernur Jambi Al Haris, Wagub Jambi Abdullah Sani Saat Ziarah ke Makam Pahlawan dalam Rangka HUT Provinsi Jambi, Senin (5/01/2026).

JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi, Al Haris, akhirnya angkat bicara terkait polemik penamaan kawasan Eks Arena MTQ yang sempat direncanakan menjadi "Taman Mini Melayu Jambi Haji Zulkifli Nurdin". Menanggapi penolakan dari pihak keluarga almarhum, khususnya Ratu Munawaroh, Al Haris menyatakan sikap legowo dan memilih untuk membatalkan penggunaan nama tokoh tersebut.

Langkah ini diambil Al Haris untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat, meskipun niat awalnya murni sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada para pendahulu yang telah siang malam memikirkan pembangunan Jambi.

Al Haris menjelaskan bahwa ide penamaan tersebut lahir dari keinginannya agar generasi muda Jambi tidak melupakan sejarah kepemimpinan daerah. Baginya, menyematkan nama tokoh pada bangunan publik adalah cara abadi untuk mengenang jasa pengabdian.

“Niat hati saya, ada nama beliau di situ, apalagi lokasinya dekat bandara. Saya memikul beban sebagai pemimpin sekarang, jadi saya tahu betul bagaimana beratnya perjuangan para pendahulu seperti Pak Zulkifli Nurdin dan Pak Abdurrahman Sayoeti dalam memajukan Jambi,” ungkap Al Haris, Senin (5/1/2026).

Ia mencontohkan beberapa bangunan yang namanya diambil dari tokoh meski bukan mereka yang membangun secara fisik, seperti RSUD Raden Mattaher, Bandara Sultan Thaha, hingga Gedung RSUD Haji Maschun Sofwan. "Itu hanya menamakan, menghargai jasa seseorang. Tidak ada hubungan siapa yang membangun pertama kali, ini soal melekatkan nama untuk menghormati pengabdian," jelasnya.

Al Haris juga mengungkapkan bahwa salah satu putra almarhum Zulkifli Nurdin, yakni Zumi Zola, sebenarnya telah memberikan persetujuan dan mengapresiasi rencana tersebut. "Kalau Pak Zola (Zumi Zola) dia sudah oke, sudah telepon kami dan bilang itu bagus untuk mengenang almarhum. Namun, karena ada pihak keluarga lain yang tidak mau atau menentang, ya sudah, kita tidak mau memaksakan sesuatu," katanya.

Al Haris memutuskan untuk tetap melanjutkan rencana pembangunan tanpa mencantumkan nama tokoh pada kawasan tersebut. Kawasan tersebut kini akan dibagi menjadi dua fokus utama:

Sisi Kiri : Tetap menjadi kawasan Islamic Center H Abdurrahman Sayoeti dengan Masjid Semalatul Insan. Sisi Kanan: Menjadi kawasan anjungan daerah yang diberi nama resmi Taman Mini Melayu Jambi saja. "Tidak usah kita permasalahkan lagi. Kalau memang ada keberatan, ya sudah. Kawasan itu akan tetap dinamakan Taman Mini Melayu Jambi saja, tanpa embel-embel nama orang," jelasnya.

Istri mendiang mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin (ZN), Ratu Munawaroh, menyatakan keberatan sekaligus menolak keras rencana pemerintah daerah yang ingin menyematkan nama suaminya pada kawasan eks MTQ untuk dijadikan Taman Melayu Zulkifli Nurdin.

Ratu menilai langkah tersebut tidak tepat secara historis dan berpotensi mengaburkan rekam jejak pembangunan pemimpin Jambi sebelumnya.

Ratu menekankan pentingnya memiliki empati terhadap sejarah pembangunan Jambi. Ia mengingatkan bahwa kawasan eks MTQ dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur Abdurrahman Sayuti untuk menyambut pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional tahun 1997.

"Kita harus punya empati. Itu eks MTQ di zamannya Pak Gubernur Abdurrahman Sayuti, bukan di zaman Bapak (ZN). Kita harus menghargai jasa orang, jangan menghilangkan jasa orang lain," tegasnya waktu lalu.

Meski mengapresiasi niat pemerintah untuk mengabadikan nama Zulkifli Nurdin sebagai bentuk penghormatan, Ratu menyarankan agar penamaan tersebut dilakukan pada infrastruktur yang memang dibangun di era kepemimpinan ZN, diantaranya :

Ruas jalan menuju Muara Sabak. Kantor Gubernur Jambi, DPRD Provinsi Jambi, Jembatan Aur Duri, PLTA Kerinci dan Infrastruktur monumental lainnya yang lahir dari kebijakan Zulkifli Nurdin.(afm)





Artikel Rekomendasi