Muskot Perpani Jambi Bergejolak, 9 Club Panahan Tolak Pembentukan Ulang TPP



Selasa, 09 September 2025 - 12:59:44 WIB



Foto : Istimewa.
Foto : Istimewa.

JAMBERITA.COM - Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Jambi bergejolak akibat dari Surat Keputusan (SK) pembekuan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) bakal Calon Ketua Perpani Kota Jambi.

Sebagaimana mestinya Muskot Perpani berlangsung pada 4 Semptember 2025. Karena ada pembekuan kepengurusan maka, Muskot dijadwalkan tanggal 11 September 2025. Ternyata, Muskot kembali ditunda karena ada wacana pembentukkan TPP baru dan adanya indikasi calon lain yang akan dimajukan dalam Muskot.

Untuk itu, 9 Club Panahan Kota Jambi Sepakat Bahwa TPP Tidak Mesti Diulang. Berdasarkan hasil Konsolidasi Pertemuan (6/9) yang melibatkan 9 Club Panahan Kota Jambi dibawah Naungan Pengkot PERPANI Kota Jambi serta di hadiri Karteker Ketua PERPANI Kota Jambi Heriyanto, untuk membahas Agenda Muskot PERPANI Kota Jambi, termasuk TPP.

"Walau pertemuan tersebut berlangsung cukup lama karena tidak ditemukannya titik temu kesepakatan, namun pada akhirnya kita 9 Club tadi sama-sama setuju bahwa TPP PERPANI Kota Jambi tidak mesti diulang," ungkap salah satu ketua klub yang tidak sebut namanya.

Menurutnya, apabila TPP kembali diulang akan memakan waktu yang cukup lama dan dikhawatirkan atlet Panahan tidak bisa mengikuti kejuaran daerah Porprov 2025. "Kami 9 Club mendesak Pengkot yang di Karteker oleh Heriyanto, terkhusus nya PB PERPANI untuk tidak mengulang lagi rangkaian tahapan yang telah dilakukan oleh TPP dengan cukup bagus," tegasnya.

Jika diulang tentu, khususnya Kota Jambi yang seharusnya sekarang fokus untuk Kejurprov, malah harus kembali mengurusi TPP, itu akan menjadi kerugian bagi para atlet panahan. "Sebab kita club belum ada persiapan sama sekali menghadapi Kejurprov, apabila kami tidak memiliki Kesiapan, tentu hal ini akan berdampak pada KONI Kota Jambi yang akan kehilangan Medali dari Cabor Panahan," jelasnya.

Plt Ketua Perpani Kota dan 5 kabupaten di Jambi Heriyanto mengatakan bahwa pihaknya hanya melaksanakan tugas berdasarkan SK PB Perpani pusat. "Saya cuma menjalankan perintah PB biar dilaksanakan secepatnya karena kasihan lihat Atlet. Club club itu sudah saya tau sebelumnya bahwa TPP sekarang tidak punya hak lagi. Tapi beda kita beda di rapat," katakanya ketika dikonfirmasi.

Heriyanto juga menepis isu bahwa tidak ada dukungan khusus terhadap calon ketua untuk Ia majukan di Muskot."Tidak ada, malahan, siapa pun yang mau mencalonkan diri silahkan saya buka selebar lebarnya," tambahnya.

"Saya cuma kepengin ngulang awal, kayak sayo laporan TPP pun saya nak jelaskan, saya bentuk , saya melaksanakannya saya melaksanakan muskot nyo. Kalau sekarang masa saya cuma nerima dan tinggal menjalankannya,? karena TPP itu legal standing nya nggak ada," katanya.

Heriyanto mengungkapkan bahwa pada saat pertemuan waktu lalu Ia mencoba menampung semua masukan dari semua club panahan Kota Jambi terkait dengan pembekuan TPP tersebut.

"Tapi kalau club club bersih keras, ya saya tunda masalah Muskot ini, tapi kan kasian dengan atlet, sebentar lagi mau Kejurprov, pasti berdampak. Saya coba mengalah kemarin 9 club itu hadir semua, tapi dalam pertemuan beda didepan kito, beda pula yang disampaikan dalam rapat, gitu nah," keluhnya.

Heriyanto mengatakan bahwa terjadinya dinamika dalam setiap pemilihan calon ketua organisasi itu hal biasa."Saya berharap ada dinamika dinamika ini biasa biasa saja jangan pula apa, saya tidak punya calon, mau habibi terpilih lagi, mau orang pertamina, mau dosen terpilih silahkan tidak ada masalah," tegasnya.

Ia berharap dengan tegas pelaksanaan Muskot ini berjalan sesuai dengan ADRT dan sesuai dengan perintah PB yang pada tujuannya mewadahi para atlet berprestasi. "Kebetulan 15 Oktober ini, ada Kejurnas senior, tapi kalau club club masih berkeras ya sudah, tidak saya laksanakan, tapi sampai sekaramg saya masih komunimasi sama orang PB sekarang," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi