Al Haris Minta Koperasi Merah Putih Dibekali Pelatihan - Buku Saku di Rapat Konsolidasi Nasional



Jumat, 08 Agustus 2025 - 19:50:28 WIB



Gubernur Jambi Al Haris Saat di Rapat Konsolidasi Nasional.
Gubernur Jambi Al Haris Saat di Rapat Konsolidasi Nasional.

JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi Al Haris menghadiri Rapat Konsolidasi Nasional dan Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kantor Gubernur Bali, Jum’at (8/8/2025). Rapat Konsolidasi nasional ini dihadiri Menteri dan Menteri Koordinator (Menko), Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Mendagri Tito Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Menpan, Menteri Koperasi, para wakil Menteri, Kementerian dan Lembaga/Badan terkait, para Gubernur se-Indonesia serta undangan lainnya.

Al Haris menyampaikan beberapa usulan kepada para Menteri, diantaranya pelatihan-pelatihan dan penyediaan buku saku bagi ketua koperasi dengan tujuan untuk memudahkan dalam mengambil langkah-langkah dan kebijakan dalam mengurus koperasi desa/kel Merah Putih.

“Izin pak Mendes, nanti di permendes kita kan ada 30 persen dicadangkan manakala nanti ada macet pembayarannya. Artinya ini dicadangkan saja, kalau seandainya lancar, berarti uang itu tidak usah dipakai dan bisa digunakan untuk yang lain, itu yang pertama,” katanya.

Al Haris juga meminta menteri koperasi untuk memberikan pelatihan kepada ketua koperasi merah putih.“Yang kedua, kami juga menunggu dari pak Menteri Koperasi, karena kami juga akan melakukan pelatihan-pelatihan untuk ketua koperasi kita ini pak. Kita butuh modul, jadi modulnya seperti apa,” ungkapnya.

Al Haris meminta agar para ketua koperasi merah putih di Provinsi Jambi diberi buku saku sebagai bekal dalam menjalankan program program koperasi, sehingga dalam perjalannya sesuai apa yang diharapkan. “Kita juga butuh buku saku pak, jadi ketua koperasi nanti punya buku saku, untuk dia bisa mengambil langkah-langkah taktis dengan buku saku yang dia punya,” ujarnya.

Mengenai tenaga yang dibutuhkan dalam menjalankan koperasi tersebut. Menurut Al Haris, tenaga tersebut bisa didapatkan dari desa, dan kalaupun tidak ada dari desa, maka bisa didapatkan dari kecamatan.“Nanti untuk tenaga bu Menpan ya, kita lihat saja nanti, kalau tidak ada dari desa, kita ambil yang dari kecamatan lah. Intinya kita bikin surat tugas saja ke mereka untuk penugasan di koperasi itu, biar nanti mereka tidak kaku betul dalam menjalankannya,” jelasnya. 

Sementara itu, Menteri Yandri Susanto menegaskan komitmen Kementerian Desa untuk mendukung penuh Koperasi Merah Putih. Ia menyoroti potensi besar koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui berbagai program, seperti pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengelolaan sumber daya lokal secara mandiri.

"Koperasi Merah Putih harus menjadi pilar ekonomi desa. Kami siap memberikan pendampingan, pelatihan, dan akses permodalan agar koperasi ini bisa berkembang pesat dan memberikan dampak nyata bagi anggotanya," tegasnya.

Begitu juga dengan Menteri Perdagang Zulkifli Hasan, Ia menekankan pentingnya sinergi antara koperasi dan dunia usaha. Ia mengajak Koperasi Merah Putih untuk memanfaatkan teknologi digital dan memperluas jaringan pemasaran produk-produk mereka. 

"Koperasi tidak boleh lagi berjalan sendiri. Kita harus berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk platform digital, agar produk Koperasi Merah Putih bisa menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri," tambhanya.

Ia juga mengatakan, bahwa Kementerian Perdagangan siap memfasilitasi Koperasi Merah Putih dalam hal standardisasi produk, sertifikasi, dan promosi di berbagai pameran dagang.(afm)





Artikel Rekomendasi