JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi Al Haris terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) dalam Musyawarah Nasional V di JW Marriott Jakarta, Kamis (10/07/2025).
Setelah terpilih, Al.Haris pun menyingung kepastian Hak Participating Interest (PI) 10 persen Migas kepada daerah penghasil. Seperti diketahui saat ini Provinsi Jambi masih terus berproses dalam mendapatkan PI 10 persen tersebut, terlebih sudah menjadi proyeksi pendapatan dalam APBD 2025.
Dari itu Al Haris mengajak seluruh daerah penghasil untuk berkolaborasi dalam menyusun kembali tata kelola migas dan energi yang lebih adil, termasuk pentingnya kepastian dalam memperoleh Participating Interest (PI) dan porsi yang layak dari sumber daya yang mereka miliki.
"Kita harus bersama-sama kolaborasi menata kembali bagaimana tambang ilegal, bagaimana PI bisa kita dapatkan, dan bagaimana daerah penghasil mendapatkan yang layak porsinya," katanya.
Al Haris menjelaskan, amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan ia emban demi kepentingan daerah penghasil migas dan energi terbarukan."Diberi amanah dari daerah penghasil minyak dan gas dan energi terbarukan untuk memimpin organisasi Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET)," ungkapnya.
Ia menegaskan, sebagai ketua ADPMET, dirinya akan mendorong sektor migas dan energi terbarukan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah. Hal ini, menurut Al Haris, penting untuk memperkuat otonomi dan kemandirian fiskal daerah.
"Tentu tugas saya agar kita perjuangkan bagaimana sektor-sektor migas dan energi terbarukan ini bisa menjadi pendapatan daerah," katanya.
Al Haris juga mengatakan dalam hal ini pentingnya tata kelola sumber daya alam yang baik dan berkelanjutan. Untuk itu Ia menekankan perlunya regulasi yang berpihak kepada masyarakat dan mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam pengawasan dan pengelolaan.
"Kita harus bersama-sama menentukan tata kelola pertambangan yang baik sehingga sumber daya alam kita ini ditata dengan baik, dikelola dengan baik, regulasinya juga berpihak kepada masyarakat," ujarnya.
Tantangan ke depan, kata Al Haris, cukup besar. Salah satunya adalah maraknya kebocoran migas yang kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, serta minimnya pengelolaan lingkungan yang layak di sektor pertambangan.
"PR kita cukup besar ke depan. Kalau kita hitung, sangat banyak migas kita yang bocor yang kesannya itu dimiliki sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Tidak ada pengelolaan lingkungan yang baik, sehingga ini tidak baik ke depannya," pungkasnya.(afm)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
OPD Kesebalas, KI Jambi Asistensi Monev Keterbukaan Informasi ke Dinas Kehutanan
Belum Genap Sebulan Setelah Dibersihkan, Sampah di Penyengat Rendah Kembali Menumpuk
Mantap, Atlet Wushu Jambi Raup 26 Medali di Kejurnas 2025, Kadispora : Selamat


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



