JAMBERITA.COM- Selama Operasi Ketupat 2024, Ditlantas Polda Jambi mencatat jumlah laka lantas menurun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Operasi ketupat yang digelar mulai 4 April sampai 15 April 2024, Ditlantas Polda Jambi mencatat sebanyak 7 kasus. Angka ini menurun bila dibandingkan dengan kejadian pada tahun 2023.
Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Dhafi mengatakan terjadi penurunan sebanyak 9 kasus atau turun sebesar 56,25 persen.
Adapun jumlah korban yang meninggal dunia selama Operasi Ketupat 2024 sebanyak 2 orang sedangkan pada 2023 sebanyak 9 orang. "Terlihat terjadi penurunan sebanyak 7 orang atau mencapai 77,78 persen," katanya.
Sementara itu, jumlah korban yang mengalami luka berat akibat laka lantas sebanyak 5 orang sedangkan pada 2023 berjumlah 9 orang. Selanjutnya, untuk korban yang mengalami luka ringan berjumlah 4 orang sedangkan pada 2023 berjumlah 20 orang yang mengalami luka ringan.
"Untuk penilangan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebanyak 25 meningkat sebanyak 8 kasus dari 2023 yang berjumlah 17," sebutnya.
Selanjutnya untuk tilang manual tercatat sebanyak 224 kasus menurun dibandingkan selama Operasi Ketupat 2023 sebanyak 293 penilangan.
"Jumlah penilangan manual menurun sebanyak 69 atau 23,55 persen pada 2024 dibandingkan 2023," ungkapnya.
Lalu, Ditlantas juga mencatat jumlah teguran pada pelanggaran lalu lintas meningkat, dari tahun sebelumnya 1.280 teguran menjadi 1.588 teguran pada 2024. (*)
SAH Ucapkan Diragahayu Kemerdekaan RI Ke 81, Semangat juang Indonesia Raya, Maju dan Sejahtera
Mandiri dan Meriah, Warga Metro Kedaton Gelar Pesta Kemerdekaan dengan 12 Perlombaan Tradisional
Semangat HUT ke-81 RI, Bupati Fadhil Arief Komitmen Selaraskan Pembangunan dengan Arahan Pusat
SAH Terima Kasih ke Masyarakat Jambi, Karena Pilih Prabowo Gibran Jadi Presiden dan Wakil Presiden
Edi Purwanto Sampaikan Permohonan Maaf Selama Menjabat Ketua DPRD Jambi
500 Peserta Meriahkan Fun Run HUT RI ke-81, Wagub Sani: Jalan Sehat Wujudkan Jambi Maju dan Kompak


