Al Haris Ingin Laporan Pengrusakan Fasilitas Kantor Gubernur Tetap Dilanjutkan: Tetap Dong



Senin, 29 Januari 2024 - 13:33:48 WIB



JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan bahwa pihaknya akan terus menindaklanjuti laporan terkait dengan pengrusakan fasilitas milik kantor gubernur oleh oknum sopir angkutan batu bara.

"Karena ini sudah anarkis, saya meminta kepada pihak penegak hukum untuk mengambil upaya-upaya hukum pada yang merusak gubernur. Karena itu simbol negara, simbol pemerintah," katanya.

Namun terkait dengan permintaan dari 

komunitas Sopir (KS) batu bara untuk tidak ada tindakan hukum atas perbuatan mereka yang merusak kantor gubernur. Al Haris menegaskan bahwa laporan tersebut akan tetap dilanjutkan.

"Tetap dong, kan sudah dilaporkan," tegasnya.

Lalu, Gubernur Jambi Al Haris menuturkan pada prinsipnya pemerintah tidak melarang angkutan batu bara, hanya saja pemerintah mengalihkan operasional angkutan batu bara dari jalur darat ke jalur air. Kenapa dialihkan ke jalur air? karena Jambi ini selama 7 bulan air Sungai Batanghari bagus dan mengurangi beban jalan nasional Jambi. 

"Karena pak menteri PU memberikan saya masukan, pak gubernur upayakan, maksimalkan jalur air agar beban jalan nasional kita tidak berat dan tidak ada banyak kemacetan," bebernya.

Kemudian, menanggapi saran dari menteri tersebut, Al Haris mengatakan bahwa dirinya meminta pelebaran jalan kepada kementerian.

"Bahasa beliau, kalau pak gub bisa mengalihkan pelan-pelan ke sungai, saya akan lebarkan jalan itu. Maka kita bikin Instruksi Gubernur isinya kita alihkan, kita maksimalkan jalur air tadi. Kalau sudah sering pakai jalur itu, maka akan terbentuk alur sungainya dan akan terbantu arus angkutan," sebutnya.

Al Haris menyebutkan, sejauh ini semua pelabuhan dan tongkang sudah siap untuk mengangkut batu bara.

"Saya periksa pelabuhannya, la siap semua pelabuhan sudah siap, tongkang juga siap. Nah kita coba tawarkan dengan teman-teman dari asosiasi sopir batu bara. Belum dicoba sudah menyerah, ya kan. Kita coba nih, saya sampaikan kalau teman-teman keberatan, yang mana keberatan," tuturnya.

"Kalau ada keberatan, boleh tolong coret mana yang berat dan nanti kita akan dudukan bersama dengan pengusaha lain, berapa ideal harga yang tidak rugi sopir kita, kita coba. Ternyata belum didiskusikan sudah salah informasi kepara pendemo, maka munculah tadi melempar kantor gubernur," tandasnya. (Tna)





Artikel Rekomendasi