Rakor TJSLB/CSR Provinsi Jambi Perkuat Sinergisitas Menuju Program Berkelanjutan



Sabtu, 23 Desember 2023 - 10:08:54 WIB



Foto : Kadis Sosdukcapil Provinsi Jambi Arif Budiman.
Foto : Kadis Sosdukcapil Provinsi Jambi Arif Budiman.

JAMBERITA.COM- Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatanan Sipil (Dinsosdukcapil) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha) (TJSLB) dan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Provinsi Jambi guna memperkuat sinergitas menuju program yang berkelanjutan. 

Kadinsosdukcapil Provinsi Jambi Melalui Kabid Kesejahteraan Sosial (Kesos) Rosnifah mengungkapkan ada beberapa point yang menjadi pembahasan dalam rakor tersebut. Pertama mengenai SK perubahan Forum TJSLBU/CSR Provinsi Jambi tanggal 11 Agustus 2022 berdasarkan SK nomor 623/KEP.GUB./ Sosdukcapil/2022 tanggal 20 Juli 2022 tentang pembentukan Forum TJSLBU masa bakti tahun 2022 – 2027.

"Arahan Gubernur Jambi pada Pengukuhan Acara Forum TJSLBU/CSR Provinsi Jambi, bahwa Forum TJSLBU merupakan mitra strategis Pemerintah dalam mendukung tujuan pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Jambi," ungkapnya. 

Selanjutnya, dalam program kerja TJSLBU/CSR sangat diperlukan koordinasi dan sinergitas mitra program dengan Pemerintah Daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan program, sehingga akan selaras dengan sasaran dan indikator yang telah dicanangkan Pemda.

"Kemudian, perlu laporan pelaksanaan program kerja Forum TJSLBU/CSR Provinsi Jambi, Berpedoman pada Permensos No. 9 Tahun 2020 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Pasal 10 point (2) Badan Usaha diwajibkan menjadi anggota Forum Pasal 11 point (b) membantu dan memfasilitasi Badan Usaha dalam melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Selanjutnya, mengoordinasikan dan menyinergikan pelaksanaan tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan usaha berdasarkan data dan kebutuhan prioritas."Maksud dan tujuan dari pelaksanaan rapat koordinasi, yaitu agar terwujudnya sinkronisasi, koordinasi dan sinergitas antara Mitra Program (Badan Usaha), Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam perencanaan dan pelaksanaan TJSLBU/CSR," ungkapnya. 

Menurut Rosnifah, sebagai forum untuk mensinergikan penyelenggaraan Program TJSLBU/CSR serta mengoptimalkan peran serta masyarakat, terutama pelaku usaha dalam mendukung percepatan pembangunan. Terwujudnya program TJSLBU/CSR yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan program pembangunan di daerah, baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

"Untuk itu, kami minta Ketua Forum menyampaikan program dan kegiatan selama 5 tahun kedepan, dan menyampaikan laporan kepada Bupati/Waikota. Forum CSR sebaiknya memiliki ketersediaan aplikasi berbasis website, sehingga mempermudah akses dan penyediaan informasi yang dibutuhkan para pihak. Kehadiran unsur pakar dalam Forum CSR diharapkan melakukan inovasi dalam pengembangan model kemitraan yang ideal untuk tujuan dan kepentingan bersama," ujarnya.

Baca Juga : CSR Perusahan di Jambi Menurun Dibanding Tahun 2022, Ini Jumlahnya

Rosnifah menjelaskan, optimalisasi program CSR dan pembangunan berkelanjutan dapat dilakukan dengan, menyediakan Data – Aplikasi Digital, Mengembangkan Budaya – Kreatif Inovatif, Mengkampanyekan Dukungan Lingkungan, Memanfaatkan Media – Media Sosial, Membangun Kolaborasi – Forum Bersama, Meningkatkan Atensi – Social Action, Memberikan Apresiasi – Awarding. 

"Selanjutnya, membangun kolaborasi forum bersama, forum CSR menyediakan wadah berkolaborasi dan berkomunikasi secara strategis dalam program CSR dan pembangunan berkelanjutan karena dalam forum CSR berhimpun perusahaan bersama semua stakeholder," tuturnya.

Kata FORUM sendiri berkonotasi pada ruang atau wahana berkomunikasi berkolaborasi yang bersifat strategis. Sementara CSR tentu sarat makna tentang pembangunan berkelanjutan. Karena CSR yang bermakna CSV dewasa ini berorientasi pada sustainability development.

"Forum CSR menjadi tempat berkolaborasi dan berkomunikasi strategis karena dalam forum juga dikembangkan ketersediaan data dan informasi, komunikasi efektif, kampanye keseimbangan lingkungan, pemberian atensi (kepedulian) bagi masyarakat, serta pemberian penghargaan kepada para pelaku," tegasnya.

Meningkatkan Atensi – Social Action : Dalam program CSR dan pembangunan berkelanjutan, meningkatkan atensi/kepedulian kepada masyarakat terutama yang membutuhkan pemberdayaan dan perlindungan, adalah ukuran optimalisasi program yang sebenarnya.

Dampak langsung yang dihasilkan dalam program CSR & pembangunan berkelanjutan tentu akan menjadi bahasa promosi yang efektif yang mampu dikomunikasikan, ditawarkan dan dikembangkan perusahaan lain. Semangat filantrofis perusahaan melalui peningkatan atensi (social action), menjadi bahasa efektif dan strategis untuk program CSR dan pembangunan berkelanjutannya, terutama menyoal dukungan masyarakat bagi perusahaan.

Pemberian Apresiasi – Awarding : Pemberian apresiasi atau penghargaan bagi perusahaan akan menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan dan meningkatkan program CSR dan pembangunan berkelanjutan yang dijalankan perusahaan. 

Pemberian penghargaan/award akan mampu memotivasi perusahaan untuk semakin mengembangkan program CSR & pembangunan berkelanjutan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Disisi lain penghargaan juga menjadi ajang untuk melakukan evaluasi bagi perusahaan untuk menyelenggarakan program CSR & pembangunan berkelanjutan yang lebih baik.(afm)





Artikel Rekomendasi