JAMBERITA.COM- Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mengeluarkan surat pengumuman terkait dengan pembatasan pendakian Gunung Kerinci, Provinsi Jambi sampai shelter 2 atau radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Surat tersebut dikeluarkan pasca insiden erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat yang menewaskan kurang lebih 23 orang pendaki pada beberapa waktu lalu. Keputusan itu berdasarkan surat pengumuman bernomor PG/1304/T.1/BIDTEK/KSA/12/2023, bertanggal 8 Desember 2023 dan surat tersebut ditandatangani oleh Kepala BBTNKS Haidir.
Namun terkait pengumuman tersebut, petugas Registrasi Gunung Kerinci, Provinsi Jambi Dudung membenarkan hal tersebut.
"Iya ini surat edaran yang dikeluarkan oleh pihak taman nasional," katanya.
Dudung mengatakan bahwa pendakian masih tetap boleh dilakukan, hanya saja sampai batas shelter 2 atau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Kerinci.
"Untuk info pendakian Gunung Kerinci tidak ada penutupan melainkan ambang batas yang diperbolehkan untuk pendakian," jelasnya.
Dalam surat tersebut juga diterangkan bahwa hasil pengamatan Gunung Kerinci berada di status Waspada atau Level II. Maka dari itu, direkomendasikan untuk masyarakat dan pengunjung atau pendaki tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada di kawah Gunung Kerinci di dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Dudung menjelaskan terkait surat tersebut pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap pendaki. Pengawasan itu dengan surat pernyataan jika pendaki melewati batas yang ditentukan, maka itu di luar tanggung jawab pengelola.
"Untuk pengawasan terhadap pendaki di lapangan kami melalui pernyataan yang di isi oleh pendaki tersebut. Namun apabila sudah dilakukan hal demikian pendaki tetap memaksa ke puncak dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka di luar tanggung jawab pihak pengelola," tegasnya.
Selanjutnya, dalam poin surat pengumuman itu juga disebutkan bahwa keputusan diambil berkaca dari kejadian erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada Minggu 3 Desember 2023.
"Hal ini dilakukan jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti beberapa gunung di Indonesia yang saat ini banyak mengalami kenaikan keaktifan," tuturnya. (Tna)
Tingkatkan Pengawasan, Rakorwasda Inspektorat se Provinsi, Hadirkan Kepala BPK RI dan BPKP Jambi
Evaluasi Capaian Pengawasan, Wagub Jambi Buka Rakorwasda Inspektorat se Jambi di Kerinci
Kiprah Bintang Senayan, Perjuangan SAH meningkatkan Kualitas Infrastruktur Layanan Kesehatan

