JAMBERITA.COM- Sebanyak 488 titik panas atau hotspot telah terdeteksi di wilayah Provinsi Jambi. Titik hotspot itu terpantau berdasarkan sensor modis (Satelit Terra-Aqua) SNPP dan NOAA dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas I Sultan Thaha Jambi dari Januari hingga Jumat (30/6/2023) kemarin.
Plh Pelaksanaan BPBD Provinsi Jambi, Dodi Chandra mengatakan titik panas terbanyak di Tanjung Jabung Barat yaitu ada 229 titik hotspot. Kemudian, disusul Sarolangun ada 69 titik hotspot, Merangin 68 titik hotspot, Batanghari 38 titik, Bungo 29 titik, Tebo 38 titik.
Muaro Jambi 17 titik, Tanjabtim 10 titik, Kerinci 4 titik, Sungaipenuh dan Kota Jambi 0 titik hotspot.
Lebih lanjut kata Dodi berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Jambi pada umumnya mengawali Juli ini ada potensi hujan sedang hingga lebat khususnya di wilayah Kabupaten Tanjabbar dan Kabupaten Bungo.
“Hari ini pada umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang pada pagi, siang, sore dan malam hari,” katanya.
Meski begitu pihaknya tetap menetapkan personel di daerah rawan karhutla di 11 lokasi rawan karhutla. Diharapkan Tim Satgas Karhutla memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat untuk tidak membakar lahan.
“Kita juga melakukan pemantauan hotspot groundcheck lapangan tetap dilaksanakan ketika ada informasi titik hotspot,” pungkasnya. (Tna)
Lepas 459 Atlet Berlaga di FORNAS ke 7 Bandung, Edi Purwanto: Jaga Nama Baik Provinsi Jambi
Hewan Kurban KAHMI Provinsi Jambi Didistribusikan, Harap Solidaritas Sosial Alumni Ditingkatkan


Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang



