Puska Disabilitas UIN Sutha Sosialisasi PMB Jalur Difabel Tahun 2023 Di SLBN Sri Soedewi



Kamis, 02 Maret 2023 - 11:30:48 WIB



JAMBERITA.COM- UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tiap tahun melaksanakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru. Sosialisasi dilakukan secara masif mulai dari media cetak, baliho, media sosial hingga terjun langsung ke lapangan. Sesuai dengan visi misi UIN Sutha sebagai lokomotif perubahan serta mampu bersaing dalam tataran nasional dan internasional.

Sekolah yang dikunjungi beragam di wilayah Kota Jambi, Kabupaten/Kota, hingga Kabupaten Kota di Provinsi tetangga. Mulai dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Madrasah Aliyah Swasta (MAS), Pondok Pesantren, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).

Hal tersebut dilakukan karena UIN STS Jambi merupakan kampus transintegrasi ilmu yang diharapkan alumninya selain menjadi ahli agama harus bisa menjadi ahli sains maupun sebaliknya. Kegiatan sosialisasi ini tahun ini sangat berbeda karena untuk pertama kalinya UIN STS Jambi sosialisasi penerimaan mahasiswa baru jalur difabel di SLBN Sri Soedewi. Sosialisasi dilaksanakan pada hari Senin (27/02/2023).

Sosialisasi dilakukan di SLB mengingat UIN Sutha meraih rangking 13 dari 125 perguruan tinggi dunia pada Unesa-Dimetric Awards 2022 sebagai kampus ramah disabilitas. Kegiatan sosialisasi di SLB ini sekaligus mengenalkan UIN STS Jambi sebagai kampus insklusi dan ramah difabel.

Tim sosialisasi SLB ialah Fiqi Nurmanda Sari, M.Pd., Maimunah Permata Hati Hasibuan, M.Si., Ahmad Syukron Prasaja, M.Sc., dan Muhammad Koni, S.Hi. Sosialisasi dibantu oleh guru bahasa isyarat dari SLB. Kegiatan dilakukan dengan presentasi seputar kampus UIN STS Jambi dan fakultas-fakultas yang ada di UIN STS Jambi.

Selain itu mengenalkan beberapa mahasiswa difabel yang telah kuliah di UIN STS Jambi, gedung baru UIN STS Jambi, jalur penerimaan difabel, beasiswa, serta memberikan motivasi agar anak-anak tetap semangat untuk meraih masa depan meskipun dalam keterbatasan. Tim sosialisasi UIN STS Jambi menyampaikan bahwa kampus UIN STS Jambi telah mengadakan pelatihan bahasa isyarat untuk dosen-dosen.

“Kami saat ini telah mengutus beberapa dosen untuk mengikuti pelatihan bahasa isyarat agar komunikasinya nanti lebih efektif kepada mahasiswa tuli”, ujar Maimunah.

Tidak hanya itu, Fiqi juga menjelaskan terkait prosedur syarat-syarat beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar) untuk mahasiswa difabel serta gedung baru UIN STS Jambi sekarang ada 9 (Sembilan) lantai, “Jadi adik-adik sekalian yang pakai kursi roda tidak perlu takut tidak bisa masuk ke ruangan kelas karena gedung baru kita sudah ramah difabel dan ada jalur khusus serta lift untuk pengguna kursi roda”, ujar Fiqi.

Setelah sesi pemaparan terkait kampus, dilanjutkan sesi tanya jawab.  Siswa dan wali SLB yang sempat hadir tampak antusias berdiskusi dan senang dengan kehadiran kampus UIN STS Jambi yang peduli terhadap difabel.

Pada penutupan, tim sosialisasi menyampaikan bahwa sekarang bahwa siswa SLB tidak perlu ragu terhadap kurikulum pendidikan bagi difabel karena kampus UIN STS Jambi menerapkan pendidikan inklusi.

Mahasiswa umum maupun mahasiswa difabel tidak ada pembeda, sama-sama duduk di bangku kelas yang sama, dan memperoleh ilmu yang sama. Bedanya hanya pada teknis perkuliahan, bagi mahasiswa tuli dosen mempersiapkan materi berupa teks, komunikasi oral untuk melihat gerak bibir, serta ekspresi, dan bagi mahasiswa tuna netra dibantu dengan media audio.

“Tidak menutup kemungkinan jika nanti ada banyak mahasiswa tuna netra yang melamar jalur difabel, kami akan mengajukan pengadaan Buku Braille dan ini menjadi PR untuk kampus UIN STS Jambi”, ujar Koni. Tim sosialisasi juga menyampaikan bahwa sejauh ini mahasiswa difabel yang sudah kuliah di UIN STS Jambi tidak mempunyai kendala. Salah satunya Dimas, mahasiswa jurusan Sejarah Peradaban Islam semester 6 (enam) yang pada semester ini memeroleh IPK 3,9. Tidak kalah dengan mahasiswa lainnya.

Pada kesempatan ini juga disampaikan bahwa siswa SLB tidak perlu takut untuk tidak kuliah karena  UIN STS Jambi membuka jalur khusus difabel dan punya pendampingan langsung dari Pusat Kajian Disabilitas (PKD).

“InsyaAllah, kami dari UIN STS Jambi siap mendampingi adik-adik difabel untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi yang penting ada niat dan berusaha belajar untuk memperoleh gelar sarjana”, pungkas Syukron.(*)



Artikel Rekomendasi