Akhirnya...Gubernur Jambi Al Haris Hentikan Aktivitas Angkutan Batubara



Rabu, 01 Maret 2023 - 21:03:14 WIB



JAMBERITA.COM- Gubernur Jambi, Al Haris mengambil tindakan penghentian aktivitas angkutan batubara sampai waktu yang tidak ditentukan.

Hal tersebut dilakukan beliau dalam rangka menyikapi kemacetan parah yang terjadi di jalan lintas Tembesi- Sarolangun sampai Batanghari, terutama di ruas simpang Koto Boyo hingga Muara Bulian, sejak kemarin hingga hari ini Selasa (01/03/2023).

Al Haris menyatakan meski hal tersebut tidak semuanya kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, namun bagi dirinya ini merupakan kewajibannya selaku Gubernur Jambi untuk mengurus hal tersebut.

Pemprov Jambi telah mengambil langkah-langkah untuk kembali memulihkan aktivitas lalu lintas di ruas jalan nasional itu hingga normal kembali, salah satunya dengan cara penyetopan aktivitas angkutan batubara sampai waktu yang tidak ditentukan.

"Mencermati terjadinya kemacetan di ruang jalan nasional Sarolangun-Batanghari, khusunya wilayah Batanghari tadi malam sampai hari ini. Saya mengambil langkah-langkah, pertama kami menghimbau pada seluruh pemegang IUP atau pengusaha tambang untuk sementara waktu tidak mengadakan angkutan dari mulut tambang sampai ke jalan atau ke ruas jalan nasional itu," kata Al Haris, Selasa (01/03/2023).

Selama tidak adanya aktivitas angkutan batubara, Al Haris sudah mengintruksikan dinas PUPR Provinsi Jambi dan Balai Jalan untuk memperbaiki jalan yang rusak di ruas jalan tersebut.

"Selama masa tidak ada angkutan. Kami sudah memerintahkan dinas PU dan Balai Jalan untuk segera menutupi lubang jalan yang rusak diantaranya ruaa jalan di tembesi setengah kilo jalan yang luar biasa rusaknya, di Sridadi seluas satu kilo, " tambahnya.

Terkait kemacetan parah yang terjadi sejak kemarin hingga hari ini, Al Haris selaku Gubernur Jambi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jambi, walau tidak sepenuhnya wewenang Gubernur karena izin batubara bukan Gubenur yang mengeluarkan, termasuk jalan nasional tidak ada kewenangan untuk menutup jalan itu.

"Saya minta semua pihak memahami termasuk juga saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi, karena merasa ini adalah kewajiban saya selaku Gubenur untuk mengurus ini semua, walau tidak sepenuhnya wewenang Gubenur, karena izin batubara bukan Gubenur yang mengeluarkan, termasuk jalan nasional tidak ada kewenangan mentup jalan tersebut. Saya mohon maaf yang sebesarnya atas kejadian ini, dan bukan yang ini kita hendaki," sampainya.

"Izin kan kami beberapa hari kedepan menangani ruas-ruas jalan yang berlubang dan rusak, mudahan nanti lancar semua dan masyarakat lancar aktivitas, menjelang selesainya jalan khusus yang dalam proses pembangunan. Saya tau warga hari ini membenci saya, menghujat saya itu semua resiko saya selaku, ini tanggungjawab saya sebagai pemimpin," pungkasnya (tna)



Artikel Rekomendasi