Golkar Kompak,Giliran Ivan Wirata Tindaklanjuti Keluhan Warga Desa Pondok Meja Soal Truk Batubara



Sabtu, 18 Februari 2023 - 20:14:44 WIB



Anggota DPRD Provinsi Jambi Sekaligus Ketua Fraksi Golkar Ivan Wirata (Kiri), Anggota DPRD Muaro Jambi dari Fraksi Golkar Sartono (Tengah) Saat Berdiskusi Terhadap Sopir Angkutan Batubara di Desa Pondok Meja, Sabtu (18/2/2023).
Anggota DPRD Provinsi Jambi Sekaligus Ketua Fraksi Golkar Ivan Wirata (Kiri), Anggota DPRD Muaro Jambi dari Fraksi Golkar Sartono (Tengah) Saat Berdiskusi Terhadap Sopir Angkutan Batubara di Desa Pondok Meja, Sabtu (18/2/2023).

JAMBERITA.COM - Politisi DPD Golkar Muaro Jambi tunjukan kekompakan bahkan sangat serius dalam menampung aspirasi masyarakat terhadap keresahan atas angkutan Batubara yang kerap kali parkir di Bahu Jalan sehingga menjadi persoalan. Salah satunya terjadi di sepanjang ruas jalan Desa Pondok Meja.

Sebelumnya, Kamis (16/2) lalu Anggota DPRD Muaro Jambi dari Fraksi Golkar Sartono, hari ini Sabtu (18/2) giliran Ketua DPD Golkar Muaro Jambi Ivan Wirata juga turun ke Desa Pondok Meja terkait dengan keresahan masyarakat atas parkir liar angkutan Batubara di Bahu Jalan.

Ivan Wirata yang juga saat ini salah satu Anggota DPRD Provinsi Jambi itu mengaku menindaklanjuti aksi dari Anggota DPRD Muaro Jambi dari Fraksi Golkar yang langsung turun ke jalan menanggapi keluhan masyarakat dengan meminta para sopir angkutan Batubara yang parkir di Bahu Jalan putar arah.

"Beliau mengajak saya menindaklanjuti yang kemarin mobil truk yang mengangkut batubara di sepanjang Bahu jalan diusir," kata Ivan Wirata yang disebut sebut bakal Maju pada Pemilihan Bupati Muaro Jambi 2024 mendatang, Sabtu (18/2/2023).

Menurut Ivan, bahwasanya Sartono dari Fraksi Golkar bersama Karang Taruna Desa Pondok Meja yang awalnya sudah melakukan komunikasi itu juga memberikan solusi kepada para sopir angkutan Batubara agar tidak parkir di Bahu jalan lagi."Tadi saya lihat lokasi nya, jadi seluruh angkutan Batubara yang sering parkir di Bahu jalan itu, sementara di pindah kan ke tempat res area. Kebetulan lahan itu punya salah satu pengusaha terkenal Jambi," tuturnya. 

Disana, Ivan juga mempertanyakan apakah itu sudah ada izin dari pemilik atau belum guna menghindari masalah baru."Nyatanya sudah minta izin, lewat telepon. Untuk itu saya juga langsung menelepon pengusaha tersebut , dan Ia bersedia sementara waktu itu dijadikan rest area, Insyaallah hari Senin saya akan bertemu, dalam membantu melancarkan akses jalan nasional," ujarnya.

Ivan juga mengaku bahwa sempat berdiskusi terhadap beberapa orang sopir truk batubara, agar jangan sampai nanti mereka merasa terusir."Ternyata mereka sangat tanggap dan mendukung kebijakan yang diatur oleh Fraksi Golkar bersama Karang Taruna Pondok Meja," tegasnya.

Terkait dengan pengusaha yang menyetujui agar lahan nya digunakan menjadi rest area dengan catatan sewa. Nanti kata Ivan itu akan diatur secara seksama agar akses jalan lancar dan para sopir truk pun juga tidak merasa terbeban.

"Saya juga lapor kepada Kepala Dinas Perhubungan, saya telepon tadi, untuk memfasilitasi dan mengatur. Karena saya tidak sepakat kalau cara cara yang sifatnya memaksa, jadi harus ada kerjasama yang baik, antara pengusaha yang punya lahan, Karang Taruna dan masyarakat setempat sehingga bisa saling menguntungkan," katanya.

Selain mencari solusi dalam persoalan yang meresahkan masyarakat Desa Pondok Meja itu pula, Ivan juga mendengarkan apa yang menjadi keluhan para sopir angkutan Batubara."Hasil tanya jawab saya tadi, mereka itu dari tambang ke lokasi (stokpile) itu sampai tiga hari dalam perjalanan, tentu pendapatan nya juga berkurang. Tetapi dengan adanya rest area kantong parkir di sepanjang jalan nasional ini salah satu langkah untuk mengurangi kemacetan sambil menunggu jalan khusus Batubara selesai," tegasnya.

Intinya kata Ivan, masyarakat Desa Pondok Meja sudah sangat resah dan terganggu atas banyaknya angkutan Batubara yang kerap parkir di Bahu Jalan sebelum jam operasional. "Iya, mereka melarang tidak boleh lagi mobil tersebut parkir di Bahu jalan, karena menganggu aktifitas ekonomi lainnya, termasuk misalnya kalau ada orang sakit yang dibawa dari dalam untuk keluar, kadang terhambat oleh parkir parkir yang berkeliaran," jelasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi