Jadi Narasumber di IMMJ, Nasta: Kesteraan Gender Perjuangan Manusia bukan Perjuangan Wanita



Minggu, 05 Februari 2023 - 13:48:17 WIB



Nasta menerima plakat usai memberikan materi dari panitia
Nasta menerima plakat usai memberikan materi dari panitia

JAMBERITA.COM- Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak DPW PPP Provinsi Jambi menjadi narasumber  pada Pelatihan Dasar Anggota Ikatan Mahasiswa Muaro Jambi yang digelar Minggu (5/2/2023).

Wanita yang aktif dalam sejumlah kegiatan sosial ini memberikan materi keseteraan gender dalam pelatihan dengan tema "Menciptakan Mahasiswa Muaro Jambi yang berkualitas dan menumbuhkan rasa kekeliargaan  antar Mahasiswa Muaro Jambi".

Dalam pelatihan ini, Doktor ekonomi yang menjadi dosen di Universitas Batanghari (Unbari) ini menyampaikan jika gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya. "Jenis kelamin merupakan hal yang kodrati dan merupakan pemberian tugas. seperti perbedaan bentuk, sifat dan fungsi biologis. sedangkan gender adalah pembagian peran kedudukan dan tugas antara laki-lakui dan perempuan,"  katanya.

Artinya jenis kelamin tidak dapat diubah, sementara gender dapat diubah seperti peran dalam kegaitan sehari-hari. Jenis kelamin berlaku sepanjang masa, tapi gender bisa dipertukarkan. misalnya suami bisa menggantikan peran istri dalam mengasuh anak saat istri berhalangan. Jenis kelamin berlaku dimanapun berada, sedangkan gender tergantung budaya dan tempatnya. Jenis kelamin bersifat kodrati. sementara gender bukan kodrat tuhan. "Jenis kelamin ciptaan tuhan sementara gender buata manusia. artinya laki-laki dan perempuan berhak mencalonkan diri jadi RT, Kades hingga presiden," lanjutnya.

Ia mengakui sering muncul ketimpangan gender.  Ini bisa karena kuatnya tradisi dan nilai sosial budaya. Dimana perempuan tidak mendapatkan kesempatan yang sama, faktor lingkungan yang tidak mendukung, sistem patrilinial dalam masyarakat. Selain itu bisa juga faktor internal menjadi penyebab. "Misalnya karena kurangnya rasa percaya diri, anggapan tidak pantas hingga rasa malu berlebihan," lanjutnya.

Karena itu, kesteraan gender adalah perjuangan manusia bukan perjuangan wanita. karena secara peran kita semua setara. "Maka perlu dilakukan untuk mencapai keseteraan gender adalah mengakhiri seluruh diskriminasi terhadap perempuan,  memastikan perempuan memiliki hak yang sama dalam ranah politik, ekonimi dan publik, melakukan reformasi untuk hak perempuan sesuai dengan UU, Melawan pernikahan anak hingga menghilangkan segala bentuk kekerasan terhadap wanita di ranah publik maupun pribadi," lanjutnya.

Untuk itu perlu sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat.(adm)





Artikel Rekomendasi