JAMBERITA.COM – Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jambi (UNJA) mengadakan Pelatihan Alternatif Permodalan Melalui Peer to Peer Lending (P2P Lending) pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pempek Furqon di Kota Jambi sebagai alternatif permodalan yang ramah UMKM di awal Oktober 2022 lalu.
Novita Sari, ketua tim pengabdian, menyampaikan bahwa kelompoknya memilih memberikan pelatihan permodalan melalui Peer to Peer Lending (P2P Lending) pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pempek Furqon ini didasari dengan beberapa kemudahan yang dimiliki oleh jenis pembiayaan ini dibandingkan dengan bentuk permodalan lainnya, yang juga bisa dipilih oleh pemilik pempek Furqon sebagai salah satu alternatif solusi dalam mengembangkan usahanya.
Peer-to-peer lending (P2P Lending) adalah model pembiayaan yang memberikan layanan pinjaman yang mudah dalam segi persyaratan maupun prosedur dalam melakukan pinjaman. Peminjam dapat mengajukan pinjaman dimana saja tanpa harus datang ke kantor P2P Lending karena pengajuan pinjaman dilakukan secara online atau menggunakan internet.
Persyaratan dalam melakukan pinjaman juga tidak rumit dan hanya memerlukan beberapa data seperti informasi pribadi pemilik usaha, informasi usaha, dan data keuangan usaha secara sederhana. Pencairan dana juga cenderung lebih cepat daripada pinjaman melalui bank yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.
Pempek Furqon pada saat ini sudah cukup berkembang dengan tingkat penjualan yang cukup baik dan mencakup wilayah pemasaran yang luas. Termasuk pembelian secara online melalui Whatsapp, media sosial Facebook dan Instagram, GoFood, Grabfood dan juga ShopeeFood. Namun penjualan tertinggi berasal dari pengiriman paket ke kabupaten Bungo, sehingga mendorong pemilik untuk mengembangkan usahanya di wilayah tersebut. Sayangnya keinginan ini terhambat karena tidak tersedianya dana yang cukup
“Harapan kami adalah kegiatan pelatihan ini bisa membuka wawasan pemilik pempek Furqon tentang salah satu alternatif permodalan yang bisa dipilih, selain bentuk-bentuk permodalan lainnya yang ada. Namun pelatihan ini tidak menutup kemungkinan bahwa pemilik pempek Furqon akan memilih alternatif permodalan lainnya, yang mungkin dianggap lebih menguntungkan di berbagai sisi," jelas dosen yang akrab disapa Ita itu.
P2P Lending juga sesuai untuk usaha kecil karena pinjaman tidak memerlukan agunan atau jaminan. Model pembiayaan ini sudah mulai digunakan di Indonesia sejak akhir tahun 2015 dan sudah disahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2016.
Pelatihan ini berlangsung dalam suasana akrab karena pemilik merupakan alumni dari Program Ekstensi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi. Diskusi berlangsung seru dan hangat karena pemilik sangat antusias dalam mempelajari permodalan ini.
Tim pengabdian FEB UNJA ini terdiri dari Novita Sari, Yenny Yuniarti, Maulidia Imastary Tan, dan Adi Ikhsan Sukri .(*)
Wakapolda Terima Silahturahmi GM Sumbagsel PT. Pertamina Niaga
Selamat, Seluruh Prodi FKIK UNJA Bersertifikasi ISO 21001:2018
Inspektorat Telisik Realisasi Kartu Jambi Sehat Sebesar Rp 25 M, di Merangin Paling Sedikit Penerima
Lindungi Masyarakat, SAH Minta Kejelasan Kewajiban Vaksin Meningitis Jamaah Haji dan Umroh
HIPMI Provinsi Jambi Tumbuh Bersama Caketum Anggawira, Harap Peluang Bisnis Dapat Disinergikan


Koordinasi Kemenkum - DPRD Jambi : Karo Hukum Dukung Operasional Posbankum Gunakan Dana BKBK


