JAMBERITA.COM- "Apakah ada yang lebih suci dari rintih tangis kehilangan? Diantara doa-doa tulus, ketenangan mengalir dalam rindu pada kampung halaman. Pak, Bu.. bawakan kami seteguk air, jeritan senyap sela-sela bisikan mobil-mobil besar itu.
Sepanjang jalan, ada ragu yang selalu terpanjatkan, bagaimana mungkin berdesak-desakan menciptakan kenyamanan. Ini lah cerita kami, calon sarjana mati suri, hidup kembali dengan rasa empati dan mati selamanya dalam kebijakan yang dibuat tanpa arti," Itulah sepenggal puisi yang dibacakan salah satu mahasiswa dalam tabur bunga untuk korban meninggal karena kecelakaan di area Mendalo yang merupakan jalan satu satunya mahasiswa saat akan ke kampus pada Jumat (23/9/2022).
Jalan yang dipadati truk dan berbagai angkutan dalam dua tahun terakhir banyak merenggut nyawa warga khususnya kalangan mahasiswa.
Aksi mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) yang terhimpun pada tangkai Mahasiswa Merah.
Aksi solidaritas yang berlangsung damai ini, dilaksanakan pada sore hari pukul 16.00 WIB hingga hampir Magrib di depan Gerbang UNJA Mendalo.
Para mahasiswa yang hadir, kompak mengenakan seragam berwarna hitam sebagai bentuk dari kepedulian dan bela sungkawa terhadap para korban yang meninggal.
Selain melakukan orasi yang menuntut keadilan dan kenyamanan bagi pengendara sepeda motor khususnya mahasiswa, aksi ini juga menyuarakan agar pemerintah bisa memberikan solusi terbaik tentang keadaan ini.
Diakhir aksi, mahasiswa merah dan para mahasiswa UNJA yang juga turut hadir melakukan penaburan bunga sebagai wujud empati yang sedalam-dalamnya.
Salah satu mahasiswi yang hadir dalam aksi solidaritas, Eris Ernaningsih mengungkapkan bahwa kegiatan aksi yang dilakukan merupakan sebuah bentuk solidaritasnya untuk para korban kecelakan tragis yang terjadi.
“Ini merupakan bentuk solidaritas kami untuk menumpahkan rasa kepedulian sedalam-dalamnya pada almarhum dan almarhumah yang meninggal tragis dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi ini,” ungkap Eris.
Menanggapi hal ini, Rektor Unja Prof Sutrisno turut berbelasungkawa atas perestiwa ini. Ia mengaku sudah bertemu Kapolda dan Ketua DPRD Provinsi Jambi untuk membahas tingginya angka kecelakaan di jalan lintas dua kampus ini.(*)
Tak Kalah Seru, Sejumah Calon Ketua Forhati Kota Jambi Mulai Bergeriliya Cari Dukungan
Pendapatan Dibawah Rp11 Ribu Perhari, di Kota Jambi Tertinggi Kategori Miskin Ekstrem
Satu Lagi Kuliner Go Nasional, Bubur Ayak Jambi Masuk Rekor MURI di Festival Batanghari 2022
Bertabur Bintang, Nama-Nama Ini Disebut Punya Kans Pimpin KAHMI Kota Jambi




