JAMBERITA.COM - Jumlah petani karet di provinsi Jambi turun derastis, hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agus Rizal.
Menurutnya, banyak petani keret yang ingin pindah menjadi petani sawit dikarenakan perawatan sawit dianggap lebih mudah.
"Kalau karet harus setiap hari ke kebun. Dari jumlah pendapatan juga jauh," ujarnya.
Ia mengungkapkan, jika satu hektare lahan ditanam sembarang bibit sawit bisa menghasilkan satu sampai dua ton dengan harga Rp. 1.000 sampai Rp. 2.000 per kilogramnya.
"Dapat Rp. 2 juta pemilik. Kalau karet, ada upah deres," sebutnya.
Dikatakan Agus, untuk karet satu kali panen relatif hanya mendapatkan 15 kilogram. "Tapi biasanya itu petani bagi dua. Makanya petani banyak tidak mau deres. Enak dodos tidak ada nyamuk (saat berkebun, red)," jelasnya.
Selain itu, ia juga mengatakan saat ini banyak anak muda yang tidak mau berkebun. "Anak muda juga sudah jarang yang mau berkebun. Kalau dengan alat modern, seperti yang di Thailand mungkin mau," ungkapnya.
Untuk diketahui, saat ini harga karet di provinsi Jambi Rp. 11.000 sampai dengan Rp. 12.000 perkilogramnya. (sap)
Dukung SKK Migas-KKKS PetroChina, Komunitas Vespa Jambi Gelar Festival Safety Riding Jambi-Tungkal
Tegas..SAH Minta Penerimaan PPPK Kesehatan dan Pendidikan Setara Berkeadilan
Ketua DPRD Provinsi Jambi Kawal Kebijakan Kementerian ATR BPN Soal Relokasi Lahan SAD 113
Cegah Intoleransi Melalui Media Sosial, Ketua FKPT Prof Dr Asad Beri Materi di Ponpes Nurul Iman
Percepat Pembelajaran Pemulihan Pembelajaran Yayasan Insan Madani Jambi Gelar Pelatian Guru
Faizal Riza Tanggapi Wacana Kenaikan Harga BBM dan Kaitannya dengan Perekonomian Masyarakat


Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Kembali Ditahan di Rutan Jambi


