Kemendikbudristek Selenggarakan Seminar Nasional, Gali Potensi Warisan Budaya di Jambi



Kamis, 21 Juli 2022 - 15:46:03 WIB



JAMBERITA.COM - Direktorat Pelindungan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyelenggarakan Seminar Nasional "Batanghari : Dulu, Kini, dan Nanti" di Swissbell Hotel Jambi. Kamis, (21/7/2022).

Sebelum kegiatan seminar nasional, Kemendikbudristek telah melaksanakan Ekspedisi Sungai Batanghari yang dilaksanakan selama 10 hari sejak tanggal 11 hingga 21 Juli 2022.

Kegiatan tersebut yakni pemutakhiran data dan menemukenali potensi objek pemajuan kebudayaan yang dimulai dari hulu Sungai Batanghari yang terletak di kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dan berakhir di hilir sungai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Direktur Pelindungan Kebudayaan, Irini Dewi Wanti menyampaikan seminar nasional ini bertujuan untuk menggali potensi cagar budaya dan objek pemajuan kebudayaan, perumusan kebijakan pelindungan kebudayaan berbasis data, kondisi terkini, permasalahan hingga mitigasi terhadap ancaman pada ekosistem kebudayaan di Sungai Batanghari.

"Sehingga akan menghasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan rujukan bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat baik pemerintah, pelestari budaya, komunitas, dan masyarakat setempat,"

Selanjutnya, Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan melalui Kenduri Swarnabhumi, Kemendikbudristek bersama masyarakat dan pemerintah daerah berupaya untuk menggerakkan kesadaran harmoni sungai dan peradaban yang semakin penting untuk dirawat dengan kearifan berbasis budaya.

"Ini merupakan komitmen Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek terhadap rencana penataan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi yang tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik, melainkan juga merawat warisan budaya tak benda seperti tradisi masyarakat, kemahiran tradisional masyarakat dan berbagai ekspresi budaya di masyarakat sepanjang sungai Batanghari yang masuk dalam KCBN Muara Jambi sekaligus menjaga lingkungan alam guna menjaga ekosistem budaya," ungkapnya.

Seminar nasional dibuka secara langsung oelaj Gubernur Jambi, Al Haris. Dan dihadiri Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid sebagai Keynote Speaker dan narasumber Arkeolog Dr. Junus Satrio Atmodjo, dan Dr. Bambang Budi Utomo, Sejarawan Bonnie Triyana, Antropolog Dr. Lono Simatupang, jurnalis lingkungan Eko Rusdianto, dan komunitas lingkungan, Rido Saputra.

Poin yang akan dibahas dalam seminar ini yakni terkait jejak peradaban Sungai Batanghari masa melayu kuno dan Sriwijaya, potensi dan tantangan dalam penataan dan pengelolaan Cagar Budaya Nasional, dan maasa depan warisan budaya Sungai Batanghari dalam genggaman generasi muda.

Untuk diketahui, peserta seminar adalah peserta ekspedisi Sungai Batangahari yang telah melakukan pengamatan langsung di sepanjang Sungai Batanghari, pemerintah daerah yang menangani kebudayaan di wilayah aliran Sungai Batanghari, tokoh masyarakat, penggiat budaya dan komunitas budaya pelestari Sunga Batanghari. (*/sap)



Artikel Rekomendasi