Geopark Merangin Pusat Bebatuan Fosil Tertua di Asia



Rabu, 08 Desember 2021 - 23:26:31 WIB



JAMBERITA.COM - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta siap mempromosikan Geopark Merangin agar dapat menjadi wisata unggulan di Provinsi Jambi. 

Itu dikatakan Direktur Eksekutif Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, I Gusti Putu Ngurah Sedana belum lama ini, Dia mengatakan siap untuk mempromosikan pariwisata di Provinsi Jambi, khususnya Geopark Merangin yang menyimpan kekayaan alam yang sangat luar biasa.

I Putu merasa takjub melihat fosil-fosil flora dan fauna yang berusia ratusan juta tahun yang terhampar di bebatuan yang ada di pinggir sungai batang Merangin. Selain menyajikan wisata arung jeram yang menantang, Geopark Merangin juga menyimpan kekayaan alam berupa fosil flora dan fauna yang sangat luar biasa.

"Di TMII kita memiliki anjungan daerah, Pemerintah Provinsi bisa memanfaatkan anjungan itu untuk mempromosikan pariwisata unggulan didaerah nya," tuturnya.

Dijelaskan I Putu Ngurah Sedana visi misi TMII menjadi etalase budaya dan kekayaan alam Indonesia sejalan dengan apa yang dimiliki oleh Geopark Merangin. Terlebih saat ini Geopark Merangin sudah masuk dalam catatan dalam Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau "United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization" (UNESCO) yang di usulkan menjadi warisan dunia yang terdaftar dan terakreditasi di UNESCO.

Direktur Geopark Merangin Agus Zainudin menjelaskan Geopark Merangin Jambi berada di sepanjang aliran Sungai Batang Merangin, Kabupaten Merangin. Di dalam kawasan Geopark Merangin tersebut terdapat fosil purba yang berusia ratusan juta tahun.

Fosil yang terdapat di kawasan Geopark Merangin merupakan fosil flora dan fauna yang diperkirakan terbentuk sejak 300 tahun silam. Selain fosil flora dan fauna, di kawasan Geopark Merangin Jambi juga terdapat batu-batuan alam yang terhampar di pinggiran Sungai Batang Merangin yang berusia ratusan juta tahun. Diantaranya batuan granit, batuan sedimen, batuan beku dan batuan metamorf.

Selain itu di aliran Sungai Batang Merangin juga menyajikan wisata arung jeram yang sangat menantang adrenalin. Dimana untuk dapat melihat langsung fosil flora dan fauna yang berada Geopark Merangin tersebut dapat dilakukan dengan mengarungi aliran Sungai Batang Merangin sambil berarung jeram atau berjalan menyusuri sungai Batang Merangin.

Agus Zainudin mengatakan usia fosil flora dan fauna yang berusia 300 juta tahunan itu menjadikan Geopark Merangin sebagai pusat bebatuan fosil tertua di Asia. 

Di Geopark Merangin terdapat berbagai jenis fosil flora dan fauna yang berusia ratusan juta tahun yang lalu. Diantaranya fosil kayu Araucarixylon yang usianya mencapai 350 juta tahun. 

Agus Zainudin menjelaskan fosil tersebut merupakan pohon masa lalu Araucarixylon yang telah terfosilkan. Fosil tersebut merupakan patahan pohon yang telah menjadi batu yang berada di sisi kanan Sungai Batang Merangin dengan posisi kemiringan sekitar 130 derajat. Tidak hanya patahan pohon yang sudah menjadi batu, bagian pohon lainnya yakni akar pohon juga telah membantu. 

Di kawasan Geopark Merangin tersebut juga terdapat fosil Stereochia Semireticalatus, yaitu fosil jejak kerang-kerangan (Brachiopoda). Diantaranya fosil kerang Mutiara Purba (Nautiloida) dan fosil siput Genus Gastropoda (Bellerophon). 

Fosil kerang-kerangan tersebut membantu dan melekat pada bebatuan yang ada di pinggiran sungai. Fosil kerang tersebut melekat pada batuan yang ada di pinggir sungai. 

Selain fosil kayu, kerang dan daun tersebut masih banyak terdapat fosil-fosil purba lainnya yang tersebar di sepanjang aliran Sungai Batang Merangin. Dan masih terdapat sebagian fosil yang masih tertimbun. (afm)





Artikel Rekomendasi