Dorong Pemasaran Kelapa Sawit Rakyat, Fakultas Pertanian UNJA Dampingi Gapoktan Tanjung Sehati



Senin, 01 November 2021 - 13:57:37 WIB



JAMBERITA.COM, MERANGIN- Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Fakultas Pertanian UNJA, Sabtu  (30/10/2021) melakukan kegiatan pengabdian di Desa Mekar Jaya Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Merangin.Tim PPM yang terdiri dari Dr. Fuad Muchlis, S.P, M.Si, Prof. Dr. Ir. Dompak Napitupulu, M.Sc,  Dr. Rozaina Ningsih, S.P, M.Si, Ir. Arsyad Lubis, M.Si dan Siti Kurniasih, S.P, M.Si  mengusung Tema “Peningkatan Kinerja Pemasaran Kelapa Sawit di Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN)Tanjung Sehati”. Ketua Tim PPM, Dr. Fuad Muchlis menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi, “selain mengajar dan meneliti, kami memiliki tanggung jawab melakukan pengabdian kepada masyarakat, memberi support, melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan, dan menawarkan solusi dari masalah yang dihadapi mereka ”, tuturnya. 

Khusus untuk kegiatan PPM ini, meliputi: Penyuluhan akan pentingnya informasi pekebun swadaya tentang dinamika dan strategi pemasaran TBS dari GAPOKTAN Tanjung Sehati ke PKS di sekitar wilayah pengabdian; Pendampingan dalam hal membangun kerjasama memasarkan TBS dari GAPOKTAN Tanjung Sehati ke PKS di sekitar wilayah pengabdian dan mennisiasi perjanjian kerja sama secara legal (formal) dalam pemasaran TBS Gapoktan Tanjung Sehati ke PKS di sekitar wilayah pengabdian.

Ketua GAPOKTAN Tanjung Sehati, Jalal Sayuti menyambut baik kegiatan PPM ini. Kami mengucapkan terimakasih atas kesediaan Fakultas Pertanian melakukan penyuluhan dan pendampingan.

Jalal menyebut bahwa GAPOKTAN Tanjung Sehatimerupakan gabungan kelompok tani kelapa sawit swadaya memiliki 427 anggota dengan luas kebun 750 Hektar dan sejak tahun 2014 memperoleh sertifikat RSPO. Sertifikat ini diberikan, karena GAPOKTAN Tanjung Sehati diniliah telah berkomitmen dan berhasil mengimpelementasikan praktek budidaya perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, yaitu pengelolaan kebun kelapa sawit yang tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi saja, tapi juga memperhatikan aspek-aspek sosial dan lingkungan.Kendati telah memperoleh sertifikat RSPO, mereka belum mendapatkan kepastian terkait harga TBS dari PKS sekitar, sebagaimana petani plasma (yang berinduk ke PKS). Kehadiran akademisi Fakultas Pertanian, kami harap dapat memberi solusi, agar kami memiliki kekuatan dalam pemasaran TBS, dan memperolah harga terbaik.

Selanjutnya Prof Dompak Napitupulu dalam Forum FGD dengan pengurus dan anggota GAPOKTAN Tanjung Sehati menyampaikan beberapa hal, terkait upaya membangun kemitraan dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan GAPOKTAN.  Beberapa tawaran solusi dalam membangun kemitraan tersebut antara lain: adanya Kontrak Kerjasama Koperasi/Gapoktan dan PKS, perusahaan memberikan subsidi bibit dan pupuk berkualitas, Gapoktan melaksanakan pembayaran bibit dan pupuk secara cicilan, Gapoktan mendistribusikan bibit dan pupuk kepada petani (anggota), Petani/ gapoktan melaksanakan tugas perkebunan hingga pemanenan, Petani mendapatkan DO/ PB untuk melakukan pendistribusian (supplai) TBS ke PKS, PKS melakukan penerimaan, timbang, sortir dan pencatatan pasokan TBS secara terbuka, PKS melakukan pembayaran ke Gapoktan, Gapoktanmelakukan pembayaran ke petani dengan potongan 10% atau sesuai kesepakatan anggota ditambah angsuran bibit dan pupuk.

Selanjutnya, Prof Dompak juga menambahkan, dalam rangka peningkatan kinerja rantai pasok antara PKS dan GAPOKTRAN, perlunya dibangun  Sistem Informasi Pengukuran Rantai Pasokdan Kelembagaan Sawit, sehingga keduabelah pihak, tidak ada yang merasa dirugikan dan menguntungkan keduabelah pihak. Sistem ini bemanfaat dalam hal : Tersedianya sarana untuk monitoring dan evaluasi dan pembinaan terhadap Gapoktan dan Petani Swadaya Kelapa Sawit, proses pendataan dan administrasi pada setiap lembaga menjadi lebih tertata rapi dan mudah untuk diakses, atensi pelaku untuk bermitra dan bergabung ke organisasi kelembagaan meningkat, diperolehnya informasi posisi kinerja rantai pasok dan rekomendasi peningkatan kinerja bagi setiap pelaku rantai pasok (Ini sangat penting untuk peningkatan daya saing), peningkatan motivasi dari Gapokan meningkatkan legalitas Lembaganya, meningkatkan keterbukaan informasi terkait dengan usaha kelapa sawit, termasuk ketertelusurannya, meningkatan kemampuan penggunaan IT  bagi koperasi dan anggotanya, dan meningkatan keinginan pelaku usaha kelapa sawit akan pentingnya sertifikasi ISPO/RSPO, Pungkasnya.(*)



Artikel Rekomendasi