SAH Perjuangkan Pasokan Vaksin Di Daerah Diperbanyak



Senin, 30 Agustus 2021 - 07:56:04 WIB



JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH) meminta pemerintah memperbanyak pasokan vaksin Covid-19 di daerah. Pernyataan ini disampaikan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu menyikapi aspirasi berbagai daerah di Indonesia yang mengeluhkan tidak sebandingnya ketersediaan vaksin dengan animo masyarakat untuk ikut vaksin.

"Salah satu tantangan Vaksinasi di tanah air adalah ketersediaan vaksin yang tidak sebanding dengan pasokan di daerah, nah dalam September ini saya mendengar ada pasokan vaksin yang memadai yang masuk ke Indonesia, untuk itu saya minta jumlah vaksin di daerah agar ditambah, agar bisa melakukan percepatan vaksinasi mencapai herd Immunity," ungkapnya saat Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Kesehatan dan jajaran terkait (25/8) kemarin.

Berdasarkan rapat itu, Bapak Beasiswa Jambi ini merujuk Data Kementerian Kesehatan, hingga Senin (23/8) sudah ada sekitar 130,3 juta dosis vaksin yang telah didatangkan. Vaksin yang dimaksud tersebut terdiri dari jumlah vaksin yang sudah terdistribusikan di daerah, akan segera dikirim ke daerah, dan juga on hand atau masih menjadi stok pemerintah pusat.

Dari total jumlah tersebut sebanyak 116,4 juta dosis vaksin atau 85% telah didistribusikan ke daerah. Sementara sekitar 8 juta dosis saat ini masih dalam perjalanan ke daerah. Sementara itu, sisanya merupakan stock on hand yang berada di pusat saat ini berjumlah 5,8 juta dosis.

Sehingga menurut SAH saatnya pemerintah harus mengatur pasokan vaksin antar daerah di Indonesia. Karena selama ini pendekatan mengkedepankan pasokan berdasarkan tingkat keparahan infeksi membuat ketimpangan terjadi di berbagai daerah.

"Saya pikir pemerintah harus berani, menetapkan berapa target masyarakat yang akan divaksinasi kapan target waktu pelaksanaan vaksinasi, dalam kata lain pemerintah harus memiliki rencana yang terukur dalam vaksinasi," imbuhnya.

Terakhir SAH juga mengingatkan sampai kapan pemerintah mengandalkan kebutuhan vaksin dari impor, apalagi selama ini tidak ada target pasti berapa jumlah vaksin yang akan dibeli di luar negeri. Ini menjadi suatu hal yang harus dijelaskan oleh pemerintah, tandasnya.(*/sm)





Artikel Rekomendasi