Berikut Sejumah Istilah Yang Sering Digunakan Dalam Penanganan Covid-19 dan Penjelasannya



Selasa, 03 Agustus 2021 - 20:48:06 WIB



Bingung Dengan Istilah Yang Sering Digunakan Dalam Penanganan Covid-19? Berikut Penjelasannya

JAMBERITA.COM - Lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Masih bingung dengan istilah yang sering digunakan dalam penanganan Covid-19?

Berikut penjelasan singkat dan kategori terkait seseorang yang dikatakan masuk dalam kategori Suspek, Probable dan Konfirmasi Covid-19.

Confirmed Covid-19
Atau terkonfirmasi positif Covid-19 yaitu pertama, pasien dengan hasil PCR Positif. Kedua, pasien dengan swab Antigen + dan disertai gejala klinis Covid-19 yang memenuhi kriteria suspek atau probable. Ketiga, pasien tanpa gejala dengan hasil swab Antigen + disertai dengan riwayat kontak dengan pasien Covid-19 yang probable atau confirmed case.

Probable Covid-19
Pertama, merupakan orang dengan gejala klinis dan riwayat kontak dengan pasien Covid-19 +, Klaster dan Probable Covid-19. Kedua, pasien dengan foto ronsen didapatkan gambaran kecurigaan terhadap Covid-19. Ketiga, pasien dengan gejala baru gangguan penciuman (anosmia) atau gangguan perasa (agesia) tanpa ada gejala lain. Keempat, kematian yang tidak dapat dijelaskan pada orang dewasa dengan gangguan nafas sebelum meninggal dan ada riwayat kontak dengan pasien Covid-19 confirmed atau probable atau dihubungkan dengan klaster Covid-19.

Suspek Covid-19
Pertama, orang dengan gejala klinis dan riwayat Epidemiologi. Ada gejala mendadak demam dan batuk. Bisa tiga atau lebih gejala berikut ; demam, batuk, lemas, sakit kepala, nyeri seluruh tubuh, nyeri tenggorokan, sesak, kehilangan penciuman, mual muntah, diare dan perubahan kesadaran.

Kedua, bekerja atau bermukim di area resiko tinggi. Transmisi virus, bekerja di fasilitas kesehatan. Ketiga, orang dengan infeksi saluran pernapasan. Demam tinggi diatas >30 derajat Celcius, batuk dengan kejadian dalam 10 hari dan memerlukan perawatan rumah sakit. Keempat, pasien tanpa gejala yang swab antigennya positif. Yaitu tidak ada riwayat Epidemiologi (tidak bekerja atau bermukim diarea resiko tinggi dan fasilitas kesehatan).

Pedoman WHO definisi kasus Covid-19, suspek, probable dan confirmed. (sap)





Artikel Rekomendasi