JAMBERITA.COM- Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 memperbolehkan warung buka dan melayani 'dine in', tetapi dengan protokol kesehatan ketat dan maksimal cuma 20 menit. Wah, harus buru-buru dong?
Sebaiknya sih tidak perlu buru-buru. Kalau memang dirasa terlalu singkat, maka kurangi saja porsi untuk makan di tempat. Selebihnya, bungkus bawa pulang atau dimakan di tempat lain.
Paling ideal memang dibawa pulang alias 'take away', namun tidak semua orang bisa melakukannya karena berbagai alasan, misalnya tuntutan pekerjaan. Yang perlu diingat, interaksi dengan banyak orang saat berada di tempat umum bisa meningkatkan risiko tertular Covid-19, terlebih masker tidak mungkin dikenakan saat sedang makan.
Apapun kondisinya, sebaiknya tetap tenang ketika sedang makan. Tetap fokus, tidak sambil melakukan aktivitas lain termasuk ngobrol, sehingga bisa memanfaatkan waktu dengan lebih efisien. Para pakar mengingatkan, makan dalam kondisi terburu-buru bisa memberikan efek merugikan.
Di antaranya sebagai berikut, seperti dikutip dari Livestrong.
Makan terlalu cepat bisa memicu indigestion atau gangguan pencernaan, antara lain ditandai dengan perut terasa begah dan tidak nyaman. Bukan tidak mungkin, bisa memicu refluks asam lambung atau GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease).
Memang tidak serta merta, tetapi dalam jangka panjang kebiasaan makan terburu-buru berhubungan dengan risiko peningkatan berat badan. Orang-orang yang lebih santai saat makan cenderung memiliki kadar ghrelin, hormon rasa lapar, yang lebih rendah.
Rasa lapar dan kenyang pada dasarnya dikendalikan oleh otak. Koneksi antara perut dan otak rentan mengalami gangguan bila terlalu sering makan dalam kondisi terburu-buru.
Berbagai penelitian mengaitkan kebiasaan makan terlalu cepat dengan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sebuah riset oleh Dr Takayuki Yamaji, ahli jantung dari Hiroshima University, menyimpulkan bahwa orang-orang yang makan terlalu cepat lebih rentan mengalami sindrom metabolik. (Sumber detik.com)
Ulang Tahun ke-13, OMDC Rayakan Perjalanan Mengubah Wajah Klinik Gigi di Indonesia
Bangga! Gubernur Al Haris Jamu Dua Paskibraka Nasional Asal Jambi di Rumah Dinas
UIN STS Jambi Wisuda 673 Lulusan, Target 40 Guru Besar dan Perkuat Tradisi Akademik
FEATURE: Pandemi Sudah Lebih Setahun, Sudah Empat Kali Shalat Ied di Rumah
Wajib Tahu Sebelum Beli, Ini Kelebihan dan Kekurangan realme C15
Ini Manfaat Kacang Hijau, Salah Satunya Melancarkan Pencernaan
Wagub Ajak Perkuat Adat : Waspadai Geng Motor, Narkotika, serta Intoleransi di Muaro Jambi



