JAMBERITA.COM - Kota Jambi kekurangan stok darah. Penurunan pendonor darah selama pandemi Covid-19 hingga 90 persen dari biasanya.
"Selama pandemi ini hampir 90 persen berkurang. Karena untuk kegiatan donor darah tidak ada," jelas Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kota Jambi dr Junika Permana. Rabu, (2/6/2021).
Akibatnya selama pada masa pandemi Covid-19 PMI Kota Jambi tidak bisa menyetok darah.
"Belum adanya lagi kegiatan donor darah itu yang membuat stok darah masih rendah. Jadi selama pandemi Covid-19, donor darah didapatkan dari keluarga pasien atau kerabatnya," jelasnya.
Sebelum pandemi Covid-19, stok darah perharinya bisa di atas 50 kantong perhari. Namun saat pandemi Covid-19, tidak dapat melakukan stok darah.
"Kecuali ada kegiatan donor darah seperti hari ini ada stok. Cuma tidak bertahan lama, paling 3-4 hari habis itu," ungkapnya.
Dijelaskan dr Junika penurunan darah merupakan penurunan darah secara massal. Karena stoknya diambil dari kegiatan donor darah.
"Kalau perorangan, rata-rata langsung untuk keluarga pasien. Paling susah itu golongan darah dengan resis negatif," pungkasnya.(sap)
Sidang Perdana Kasus Zat Kimia PDAM Tirta Mayang Ungkap Nama Dirut dan Lainnya, Dilanjutkan Eksepsi!
Ketua Gerindra Jambi SAH Apresiasi Capaian Pemerintah Menekan Kemiskinan
Bupati Anwar Sadat Lantik Puluhan Pejabat Penting di Lingkup Pemkab Tanjab Barat
SAH Minta Penyusunan Program Dan Anggaran BPOM Menjawab Dinamika Covid 19 Saat Ini
Ketua FKPT Ajak Cegah Masuknya Paham Radikal dengan Bedakan Hoak dan Fakta di Medsos
BAPEMPERDA DPRD Provinsi Jambi Konsultasikan Ranperda Pengelolaan Tahura ke Kementerian Kehutanan


