JAMBERITA.COM - Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Jambi di 88 TPS akan digelar pada 5 Mei mendatang.
Pelaksanaan PSU sendiri rawan masalah. Karena menjadi penentu siapa yang menjadi Gubernur Jambi.
Sehingga jika ada potensi dugaan kecurangan bisa memicu kericuhan.
Potensi ini menjadi paling besar terjadi mengingat tidak akan ada lagi laporan seperti tahapan sebelumnya di Mahkamah Konstitusi (MK). Semua pelanggaran akan habis di Bawaslu serta Sentra Gakkumdu.
Ini semua menjadi potensi kericuhan tertinggi mengingat 88 TPS yang PSU berada di kawasan rawan dengan berbagai kategori.
Pengamat Politik Dori Efendi mengharapkan pelaksanaan PSU bisa berjalan dengan aman tanpa ada masalah keamanan.
Pastinya dengan memperketat pengamanan dan memastikan tidak muncul kericuhan saat PSU berlangsung.
"Apalagi kalau didaerah yang PSU nya sedikit, para personil bisa kembali ditambah. Sehingga pengamanan dilakukan secara berlapis," katanya, Jumat (2/4/2021).
Dirinya menilai sejauh ini tidaklah terlalu kuat potensi kericuhan di tengah masyarakat. Malahan, dirinya lebih mewanti-wanti kericuhan itu nantinya terjadi antar tim sukses.
"Makanya dengan berlapis nya penjagaan yang dilakukan di TPS, bisa memperkecil potensi kericuhan yang terjadi. Meskipun memang itu semua tidak menutup kemungkinan kericuhan akan terjadi. Apalagi pada daerah yang dari awal dinyatakan rawan," tutupnya. (am)
Tak Henti Berinovasi! Rektor UBR Jambi Gandeng STIE Alam Kerinci Perkuat SDM
Duka di Balik Wafatnya Dokter Magang di Jambi : Menkes Janji Tak Boleh Ada Lagi Nyawa yang Gugur
Penilaian Kompetensi Pejabat Manajerial Kanwil Kemenkum Jambi Selesai
Optimis Menangkan Haris-Sani di 59 TPS di Muaro Jambi, Masnah: Insya Allah
Wakil Sekretaris PDIP Jambi Yoga Mundur, Alihkan Dukungan Ke Haris - Sani


Duka di Balik Wafatnya Dokter Magang di Jambi : Menkes Janji Tak Boleh Ada Lagi Nyawa yang Gugur

