JAMBERITA.COM- Raihan Ariatama, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) yang baru saja terpilih dalam pemilihan di Surabaya mengutuk keras ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/03/2021) pagi.
Ketua Umum PB HMI yang terpilih dalam kongres ke XXXI di Surabaya itu mengatakan tindakan pengemboman yang terjadi di Makassar harus ditindak tegas oleh aparat.
"Tindakan teror ini sangat bertentangan dengan nurani dan kemanusiaan.Karena itu, saya mengutuk keras," ujar Raihan Ariatama dalam keterangan tertulis yang
Raihan mendukung pihak aparat segera mengusut tuntas peristiwa pengeboman tersebut, jangan biarkan terror pengeboman seperti ini terjadi di Indonesia.
"Mari kita sama-sama menjaga Indonesia dengan penuh keharmonisan, " tambahnya.
Raihan juga meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak ikut terprovokasi, aksi-aksi teror yang tidak sesuai dengan nilai keagamaan tersebut.
"Kepada seluruh masyarakat Indonesia jangan ikut terprovokasi.
Serahkan kepada pihak aparat untuk mengusut dan menyelesaikan peristiwa pengemboman tersebut," jelasnya
Untuk diketahui, bom meledak di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu pagi, sekitar pukul 10.30 WITA atau 09.30 WIB.
Dalam CCTV yang beredar, pelaku diketahui akan masuk ke dalam lingkungan gereja melalui pintu samping namun sempat ditahan oleh petugas keamanan setempat.
Tak lama kemudian, muncul ledakan. Tampak pula ada kobaran api sesaat setelah ledakan itu.
Dikutip dari KOMPAS TV, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar itu.
Argo menyebut ada korban meninggal dan korban luka-luka akibat ledakan bom tersebut.
Polisi sampai saat ini masih menelusuri peristiwa tersebut.(*/sm)
Kapolri Minta Masyarakat Tak Panik Pasca-Bom Bunuh Diri di Katedral Makasar
Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis Desak Polisi Usut Kasus Kekerasan Ke Jurnalis Nurhadi
Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral, Ditemukan Bagian Tubuh dan Bangkai Motor
Bom Gereja Katedral Makassar, Pelaku Tak Sempat Masuk ke Lokasi
Pangkas Birokrasi, RSUD Raden Mattaher Siapkan Layanan Uronefro Terpadu Pasien Gagal Ginjal



