Kapolres Tanjab Barat "Gas Poll" Warga Parit 9 Stop Bakar Lahan Beralih Bercocok Tanam



Selasa, 02 Maret 2021 - 19:17:04 WIB



JAMBERITA.COM - Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro melakukan penggalangan dan edukasi merubah mindset membakar lahan dengan menggantinya bercocok tanam ramah lingkungan serta olah limbah lahan gambut menjadi pupuk kompos.

Penggalangan itu dilakukan terhadap H. Palilek als Pak Janggut beserta 30 orang anggotanya di Parit 9 Ujung Desa Sungai Baung Kec. Pengabuan Kab. Tanjab Barat, Selasa (2/3/2021).

"Hari ini kita akan mencoba untuk membuka lahan selain dengan cara membakar yaitu dengan salah satu program Polres Tanjab Barat yaitu Gas Poll (Gerakan Bersama Pengolahan Limbah Lahan)," kata Guntur.

AKBP Guntur berharap komitmen pak Janggut dan kelompoknya apabila lahan ini berhasil dikelola dengan pola cocok tanam menggunakan pupuk kompos serta pola yang nanti diedukasi itu dapat diterapkan sehingga membuahkan hasil dan bermanfaat. 

"Tolong komitmen nya untuk merubah budaya bakar lahan dgn bercocok tanam ramah lingkungan. Mari kita coba dan terapkan serta rawat mudah-mudahan ini bermanfaat dan bisa diikuti," terangnya. 

AKBP Guntur mengatakan, semoga progam gas poll ini menjadi cara alternatif agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Program Gass Poll agar dapat diterapkan secara bersama-sama dengan penuh kesadaran dan kemauan dari hati serta kepedulian dari masyarakat.

"Kami salurkan bantuan Sembako kepada Pak Janggut dan Anggota untuk bekal persediaan makanan selama proses kegiatan Gaass Polll dilakukan, kedepannya semoga kegiatan Gaass Polll selalu menjadi cara alternatif agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar," jelasnya. 

Selama menunggu proses kompos serta hasil cocok tanam diharapkan kedepan, masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena itu melanggar hukum dan merusak lingkungan.

Kepala Desa Makmur Jaya Ali Sadikin menambahkan, mereka akan mencoba mempraktekkan penanaman jagung dilahan gambut dengan menggunakan pupuk kompos,dolomit dan tentu saja jika berhasil tidak perlu dilakukan dengan cara membakar.

"Lahan Gambut tingkat keasamannya tinggi, kalau langsung dikasih pupuk maka tanah akan menjadi rusak, agar tanah gambut menjadi subur maka dikasih Dolomit untuk meningkatkan PH yang dapat menekan tingkat keasaman," katanya. 

Daun-daun dan ranting yang kering di tanah dibiarkan saja karena akan menjadi humus."Apabila lahan terus dibakar maka lama-kelamaan lahan tersebut akan menjadi tandus dan gersang," jelasnya. 

H. Palilek Als Pak Janggut juga mengatakan, mereka akan mengikuti program Polres Tanjab Barat apabila program tersebut memang bisa membuat tanah subur dan tanaman menjadi lebih baik lagi tanpa harus membakar.

"Mari kita lihat lahan yang masih semak belukar, apabila lahan tersebut dapat tumbuh tanaman yang subur tanpa dilakukan pembakaran lahan maka saya dan Kelompok saya akan mengikutinya," jelasnya. 

Sebelumnya, sekira pukul 13.00 WIB siang tadi, telah dilaksanakannnya penanaman bibit jagung jenis ketan sebanyak 30 bibit kemudian dimasukan nya Dolomit kurang lebih sebanyak 1 gempal tangan kedalam lubang.

Mereka memasukan pupuk Kompos kedalam masing-masing lubang, masukan sedikit cairan tursi kedalam lubang, siram dengan air secukupnya dan masukan bibit tanaman seperti dua butir jagung atau dapat juga jenis tanaman lainnya.

Selanjutnya itu ditutup dengan kompos kering atau dapat juga menggunakan tanah, letakan sedikit pupuk NPK di sekeliling lubang yang sudah ditanami yang berguna untuk cadangan humus bagi tanaman. Siramlah air 2 hari sekali ke dalam lubang tanaman, lebih bagus pada pukul 16.00 Wib s.d. 18.00 WIB karena air akan dapat bertahan sampai malam.

Sekira pukul 14.00 Wib mereka juga melaksanakan Praktek Pembuatan Pupuk Kompos dengan cara menebas semak belukar yang terdiri dari ranting dan daun yang kering kemudian di kumpulkan menjadi satu dan dicacah (dapat menggunakan alat cacah maupun parang).

Campurkan Dolomit ke semak belukar yang sudah dicacah dan aduk sampai rata, tuangkan cairan E4 kedalam air kemudian siram ke tumpukan semak belukar, tutup menggunakan plastik hitam, 6 hari kemudian buka plastik dan bolak balikan semak belukar tersebut, berikan lagi cairan E4 yang sudah dicampur dengan air, setelah 40 hari maka kompos akan dapat digunakan.

Pukul 14.45 Wib dilakukan penanaman bibit jagung jenis ketan, bibit sawi dan kangkung disekitar Pos H. PALILEK Als Pak Janggut sebanyak kurang lebih 45 bibit.(*/afm)











loading...