SAH Dorong Pengembangan Wirausaha Pengolahan Coklat Jambi



Selasa, 29 Desember 2020 - 10:02:43 WIB



JAMBERITA.COM- Anggota DPR RI yang membidangi ketenagakerjaan Dr. Ir. H. A.R Sutan Adil Hendra, MM menilai potensi Kakao di Provinsi Jambi harus ditindaklanjuti dengan kemampuan wirausaha pengolahan coklat secara kreatif.

Pernyataan ini disampaikan SAH ketika menjadi pembicara dalam webinar teknis pengembangan wirausaha baru pengolahan coklat yang diselenggarakan Rumah Kreatif Ne'no dibawah binaan ibu Rina Safitri Rusdi selaku Founder dan difasilitasi BAPPEDA Provinsi Jambi yang dalam hal ini dihadiri Sekretaris BAPPEDA Provinsi Jambi Ir. Ruspen, M.Si.

Kegiatan pelatihan teknis ini merupakan program aspirasi yang diperjuangkan SAH di pusat untuk membentuk wirausaha melalui tenaga kerja mandiri. Selain pelatihan teknis, Rumah Kreatif Ne'no juga mendapatkan bantuan alat pengolahan penunjang produksi kopi dan coklat.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di BAPPEDA Provinsi Jambi (28/12) itu, SAH terlihat menyoroti besarnya potensi kakao atau coklat di Provinsi Jambi. Menurut Doktor Ekonomi ini potensi Kakao Jambi sebagai komponen utama cokelat sebenarnya sudah menembus pasar internasional, hanya saja apakah selamanya kita masih menjual bahan baku tanpa kita olah menjadi produk turunan yang bernilai tambah.

"Data yang saya dapatkan, areal perkebunan Kakao kita menempati posisi ke-6 terluas di Indonesia. Bahkan, Kakao kita yang di Seponjen Kumpeh sudah tembus pasar Singapura, ini artinya secara kualitas kita sudah diterima, namun kita tidak bisa berpuas diri dengan menjual bahan baku atau mentah, harus kita kembangkan produk turunannya," ungkapnya.

Sehingga dalam webinar tersebut SAH mengajak pelaku UMKM di Jambi harus memiliki strategi pengembangan industri produk turunan kakao lokal.

“Apabila kita bertarung terus-terusan pada level biji kakao maka kita akan tergilas oleh negara lain, apalagi negara-negara maju benar-benar punya teknologi untuk mengolah kakao. Agar dapat bersaing dengan negara lain, kita bisa mengolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan laku di pasar. Untuk mengetahui nilai pasar, kita harus tahu tren pasar dan kemauan konsumen," tegasnya.

Rina Safitri Rusdi founder Rumah Kreatif Ne'no mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas support yang luar biasa dari SAH. "Sejak awal kami bergerak dibidang kopi, atas support dan bantuan Bapak SAH yang tiada henti bahkan sejak periode lalu beliau di Pimpinan Komisi X DPR RI hingga sekarang di Komisi IX beliau tetap mendampingi dan mendukung semua perkembangan produksi kami, hingga produk kopi kami yang berasal dari biji kopi Jambi berkualitas telah populer di tingkat Internasional. Sekarang kami menggali lagi potensi Jambi yakni Kakao untuk diolah menjadi cokelat dan Bapak SAH tetap setia membantu kami dengan memperjuangkan bantuan alat pengolahan dan pelatihan teknis yang diselenggarakan beberapa hari ini," jelasnya.

Terakhir SAH yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi menegaskan harus ada strategi sertifikasi untuk pengembangan pasar produk turunan kakao.

“Sertifikasi yakni penerbitan sertifikat terhadap barang, jasa, proses, sistem, atau personel yang bertujuan memberikan jaminan tertulis bahwa produk turunan coklat kita telah memenuhi standar yang ditentukan, ini yang penting untuk dilakukan." tegasnya.

Pelaku usaha wajib memiliki sertifikat SNI Kakao bubuk. Apabila tidak memiliki sertifikat atau sertifikat telah habis masa berlakunya, maka dapat dibekukan sementara atau dicabut dan dilarang mengedarkan barang, tandasnya.(*/sm)



Artikel Rekomendasi