Hasil Survei CE-Ratu Teratas, Puspoll Indonesia: Hasil Survei Bisa Berubah Jika Ada Tsunami Politik



Kamis, 03 Desember 2020 - 20:01:06 WIB



Muslimin Tanja
Muslimin Tanja

JAMBERITA.COM - Lembaga Pusat Polling (Puspoll) Indonesia baru saja merilis hasil survei untuk Pilgub Jambi 2020, Kamis (3/12/2020). Survei tersebut menempatkan CE - Ratu memiliki elektabilitas tertinggi disusul oleh Haris - Sani dan terakhir Fachrori - Syafril.

Dimana, pasangan Cek Endra - Ratu Munawarah 42.2 persen diikuti oleh Haris - Sani 26.4 persen dan terakhir Fachrori - Syafril berada pada angka 23.3 persen. Untuk masyarakat yang tidak menjawab sendiri ada pada angka 8.1 persen.

"Keunggulan kandidat untum CE - Ratu sendiri di Sarolangun, Tebo, Batanghari, Tanjabtim, Tanjabbar, Muarojambi, dan Kotajambi. Sungaipenuh, Kerinci, dan Bungo dikuasai oleh Fachrori - Syafril dan Haris - Sani hanya kuasai wilayah Merangin saja," jelasnya dalam jumpa pers Kamis (3/11/2020).

Meski demikian, ucapnya, hasil survei ini bisa berubah jika terjadi kejadian luar biasa berupa tsunami politik yang mampu mengubah persepsi pemilih secara drastis.

"Posisinya masih ada sekitar 10 persen yang belum menentukan kemana akan memilih. Ditambah lagi margin error dalam hasil  kali  ini ada 2.8 persen. Catatan ini bisa saja nanti akan jadi penentu yang mungkin saja memutar hasil dari yang sudah didapat sebelumnya," kata Muslimin selaku Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia.

Ia menyebutkan, apalagi jika menjelang hari pemungutan ada kejadian luar biasa yang terjadi dan menyeret nama calon baik tidak disengaja atau bahkan tim yang melakukan hal tersebut. Kejadian seperti ini sangat mungkin bisa pada akhirnya  memutar haluan para masyarakat yang sebelumnya sudah menentukan, malah mengalihkan arah dukungannya.

"Ini semua bisa saja terjadi. Ini disebut dengan 'Tsunami Politik' yang mungkin saja akan  muncul menjelang hari pemungutan ini. Politik uang juga menjadi salah satu penentu pengerusan. Tetapi ini semua tidak terlalu berdampak karena bisa saja masyarakat yang menerima tidak memilih mereka yang sudah memberikan uang tersebut," tutupnya. (am)





Artikel Rekomendasi